RADARMAGELANG.ID- Tungguk Tembakau merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2016.
Ritual tungguk tembakau dilaksanakan pada penanggalan pranatamangsa pertama dan kedua sebagai wujud rasa syukur petani tembakau kepada Sang Pencipta sebelum panen dilakukan.
Ritual Tungguk Tembakau di Desa Senden dimulai dengan mengarak gunungan tembakau dari balai desa menuju makam keramat di Gunungsari.
Arak-arakan ini diiringi oleh tarian rakyat dan kesenian tradisional.
Setibanya di makam, dilakukan doa bersama dipimpin oleh tokoh agama untuk memanjatkan harapan dan rasa syukur.
Setelah itu, kain dipersembahkan pada gunungan yang telah didoakan sebagai tanda penghormatan.
Juru kunci kemudian melakukan pemetikan perdana daun tembakau sebanyak 14 lembar sesuai perhitungan Jawa.
Acara dilanjutkan dengan kenduri, di mana masyarakat berkumpul untuk menikmati hidangan bersama, mempererat tali silaturahmi.
Setelah makan, warga merayakan festival Tungguk Tembakau dengan menampilkan tarian dan kesenian lokal.
Tungguk tembakau dilaksanakan dengan harapan agar usaha petani selama enam bulan (mulai dari pengolahan lahan hingga panen) dapat terbayar dengan hasil yang melimpah.
Masyarakat Selo berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini.
Rencananya mereka akan menyelenggaraan festival, yang bertujuan mengenalkan dan mempertahankan budaya ini secara lebih luas kepada generasi muda. (mg20/lis)
Editor : H. Arif Riyanto