RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kabupaten Temanggung merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal akan tembakaunya.
Saking terkenalnya tembakau dari Temanggung, membuat Kabupaten satu ini dijuluki sebagai Kota Tembakau. Julukan ini tersemat karena kualitas tembakau dari Temanggung merupakan kualitas premium dan belum ada tembakau daerah lain yang mampu menyaingi kualitas tembakau Temanggung.
Pasti banyak orang berpikir seberapa istimewa tembakau Temanggung dan apa yang membedakan tembakau Temanggung dengan tembakau daerah lain? Simak pembahasannya berikut!
1. Ditanam di dataran tinggi
Wilayah Temanggung yang berada di kaki Gunung Sumbing menjadi keuntungan tersendiri bagi pertumbuhan tembakau.
Dengan ketinggian yang hampir mencapai 1000 mdpl, membuat Kabupaten Temanggung menjadi rumah bagi varietas tembakau langka yang memerlukan sedikit air dan kondisi udara yang adem.
Selain dari faktor tersebut, faktor kesuburan tanah di kaki gunung juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tembakau.
2. Varietas yang beragam
Di Temanggung sendiri, terdapat 7 sentra tembakau dimana setiap sentra membudidayakan varietas yang berbeda.
Tujuh sentra tembakau tersebut diantaranya Kidulan, Lamsi, Lamuk, Toalo, Tionggang, Paksi, dan Swanbing. Varietas yang dibudidayakan oleh ketujuh sentra tembakau tersebut adalah Kemloko, G. Boyolali, Mantili, Kenongo, BAT (British American Tobacco) dan masih banyak lagi.
3. Kandungan nikotin dan aroma yang khas
Kandungan nikotin yang tinggi membuat tembakau Temanggung digemari oleh perusahaan rokok untuk menciptakan variasi sensasi rokok yang diproduksi.
Tak hanya itu, aroma yang dihasilkan tembakau Temanggung juga khas. Beberapa perusahaan tembakau, sering menggunakan tembakau Temanggung sebagai bahan pembuatan cerutu karena nikotinnya yang tinggi.
4. Menjadi budaya yang turun-temurun
Tembakau Temanggung sudah melekat dalam sistem sosial masyarakat Temanggung.
Budidaya Tembakau yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bukti bahwa tembakau sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Temanggung.
Bahkan ada festival bernama Festival Lembutan untuk memperkenalkan proses pembuatan tembakau secara tradisional ke masyarakat luas. Ada juga Festival Wiwit Mbako untuk memperingati hari pertama penanaman tembakau yang dilakukan serentak.
5. Pengolahan yang cermat
Kualitas tembakau Temanggung dibarengi dengan pengolahan yang cermat dengan memperhatikan kualitas.
Para petani tembakau, selalu memproses dengan hati-hati. Tembakau yang sudah dipanen, lalu dirajang ketika tingkat kuning daunnya sesuai.
Setelah di rajang, tembakau masuk dalam proses pengeringan di bawah sinar matahari. Pengeringan membutuhkan waktu 3-10 hari sesuai intensitas cahaya matahari dengan 2-3 kali pembalikan.
Itulah yang membedakan Tembakau Temanggung dengan tembakau di daerah lain.
Selain dari segi teknis penanaman dan pengolahan, Tembakau juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat Temanggung.
Aromanya yang khas dan nikotin yang tinggi membuat tembakau Temanggung memiliki nilai jual yang tinggi dibanding tembakau daerah lain. (mg26/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo