Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Hati-Hati dalam Menyiram, Tiga Kesalahan Merawat Anggrek Bisa Menyebabkan Busuk Akar

Lis Retno Wibowo • Minggu, 8 September 2024 - 17:58 WIB
Akar anggrek mengalami busuk akar karena terlalu banyak disiram air. Akibatnya anggrek akan layu dan bisa mati.
Akar anggrek mengalami busuk akar karena terlalu banyak disiram air. Akibatnya anggrek akan layu dan bisa mati.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Anggrek bunga sejuta pesona. Bunganya sangat indah dan membuat jatuh hati yang melihat.

Rasanya akan bangga  dan puas bila bisa menanam anggrek sampai muncul bunga yang indah. Namun terkadang, usai berbunga indah, anggrek tiba-tiba layu.

Daunnya lemas, akarnya kering. Kondisi semacam ini akan membuat cemas. Bisa-bisa anggrek mati.

Anggrek yang layu karena akarnya mengering, dimungkinkan karena dipicu akarnya membusuk.

Untuk mengembalikan anggrek kembali sehat setelah diserang akar busuk memang tidak mudah. Perlu ketelatenan dan perhatian besar.

Apa penyebab akar anggrek mengalami busuk? Di bawah ini adalah beberapa penyebab busuk akar pada anggrek kemudian mati.

  1. Penyiraman Berlebihan

Busuk akar disebabkan kesalahan dalam penyiraman. Terlalu sering disiram atau terlalu banyak air yang menggenang dalam medianya. Terutama media taman jenis moss yang bersifat menyimpan air.

Dilihat dari luar, media kelihatan kering, padahal di dalamnya masih banyak air menggenang. Akibatnya, akarnya membusuk.

Akar anggrek hanya dapat menyerap air dalam jumlah terbatas. Jika terlalu banyak air akan menumbuhkan bakteri dan jamur berkembang biak dengan baik. Jamur dan bakteri akan tumbuh cepat lalu merusak akar. Sehingga akar membusuk, daun layu kemudian mati.

  1. Pot Tidak Korosif

Bertanam anggrek memang gampang-gampang susah. Ada yang dibiarkan menempel di pohon, bisa tumbuh subur berbunga indah.

Tapi ada yang dirawat dengan baik, disemprot pupuk setiap minggu, tak kunjung berbunga. Justru gampang sakit.

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam memelihara anggrek adalah media tanam. Jenis pot yang digunakan bila tidak korosif atau tidak mengalirkan air dengan baik, akan membuat air tergenang dalam waktu lama.

Akibatnya, akar akan membusuk. Lama-lama tanaman akan mati. Maka bila menggunakan pot, pilih yang berlubang-lubang agar air langsung mengalir. Lebih baik pula menggunakan pot dari tanah yang bisa menjaga kelembaban suhu.

Akar yang terpapar udara akan leluasa bernafas dengan baik. Sirkulasi udara yang baik akan membuat tanaman tumbuh subur.

  1. Pilih Media Tanam yang Tepat

Media taman adalah faktor penting untuk tempat hidup anggrek. Ada beberapa media tanam anggrek. Seperti moss, pakis, arang, dan kayu.

Media tanam berupa arang tidak menyimpan air, sehingga bila disiram air langsung mengalir. Media tanam ini cocok bagi Anda yang suka menyiram  tanaman.

Karena air tidak menggenang di dalam medianya. Namun media tanam moss bersifat menyimpan air sehingga tidak perlu menyiram terlalu sering.

Seminggu dua kali sudah cukup. Untuk memastikan tanaman sudah membutuhkan air atau belum, bisa dicek medianya. Masukkan jari tangan ke dalam media. Bila masih basah, tak perlu disiram.  

Jenis media papan pakis juga tidak menyimpan air terlalu lama, sehingga cukup aman bila kita menyiram lebih banyak.

Apalagi pada media tanam pakis, akar akan mengempel. Sehingga sirkulasi udara masih bebas. Membuat akar bisa bernafas dengan baik. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#anggrek #penyiraman #media tanam #Mengering #busuk akar pada anggrek