RADARMAGELANG.ID—Rumput atau akar fatimah punya nama latin sebagai Labisa pumila.
Tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, terutama di dataran dengan ketinggian 300 – 700 m.
Rumput fatimah punya daun berbentuk elips lancip dengan batang merambat.
Sisi atas daun berwarna hijau gelap dan bagian bawahnya hijau muda sampai ungu tua.
Tinggi tanaman ini sekitar 30 – 40 cm.
Manfaat rumput fatimah berasal dari berbagai kandungan khas tanaman atau fitonutrien.
Adapun kandungan rumput fatimah, antara lain:
- Flavonoid, seperti apigenin, kaempferol, rutin, dan myricetin.
- Vitamin C.
- Beta-karoten.
- Anthocyanin.
- Phenolic acid, seperti gallic acid, pyrogallol, dan caffeic acid.
Berbagai riset menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki kandungan zat yang menyerupai hormon estrogen (fitoestrogen) serta sifat antiradang dan antioksidan, sehingga dianggap dapat mengobati berbagai penyakit.
Secara tradisional, rumput fatimah sering dikonsumsi oleh sebagian kaum Hawa untuk meningkatkan libido, meredakan gejala pascamenopause, dan meringankan nyeri saat menstruasi.
Tak hanya itu, tumbuhan herba ini juga digadang-gadang bisa melancarkan proses persalinan.
Banyak orang yang percaya bahwa rumput fatimah bermanfaat untuk memelihara kesehatan janin dan baik untuk melancarkan persalinan.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, tanaman ini biasanya dikonsumsi sebagai jamu atau teh herbal.
Sebenarnya anggapan bahwa rumput fatimah bisa melancarkan salinan adalah hal yang keliru dan harus diluruskan.
Rumput fatimah bisa merangsang aktivitas hormon oksitosin, yakni hormon yang dihasilkan oleh tubuh wanita ketika hendak melahirkan.
Hormon ini bisa menimbulkan kontraksi dan mempercepat proses persalinan.
Jika dikonsumsi sebelum waktu perkiraan lahir, rumput fatimah bisa meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur atau bahkan keguguran.
Rumput fatimah juga disebut bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit bawaan atau cacat pada janin.
Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan dan produk herba, termasuk rumput fatimah, tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika dikonsumsi berlebihan atau terlalu sering, rumput fatimah bisa menimbulkan beragam bahaya bagi ibu dan janin, seperti:
- Meningkatkan Risiko Terjadinya Keguguran
Rumput fatimah dapat memicu terjadinya kontraksi.
Jika dikonsumsi sebelum waktu perkiraan lahir atau di usia kandungan yang masih sangat dini, tumbuhan herbal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran.
Konsumsi rumput fatimah juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kematian janin di dalam rahim (stillbirth)
- Menyebabkan Persalinan Prematur dan Janin Cacat
Selain meningkatkan risiko terjadinya keguguran, konsumsi rumput fatimah bisa menyebabkan terjadinya persalinan prematur.
Karena tanaman ini merangsang hormon oksitosin, proses persalinan pun bisa terjadi lebih cepat sebelum hari perkiraan lahir (HPL) tiba.
Karena lahir terlalu cepat sebelum waktu yang seharusnya, bayi prematur bisa memiliki berbagai masalah kesehatan atau komplikasi, mulai dari gangguan fungsi organ, lebih berisiko terkena infeksi, susah menyusu, hingga mengalami kematian mendadak (SIDS).
- Mengakibatkan Keracunan pada Janin
Tak hanya berbahaya bagi ibu hamil, konsumsi obat-obatan dan produk herba, termasuk rumput Fatimah, juga bisa berdampak pada janin.
Hal ini dikarenakan obat atau produk herba bisa saja mengandung zat beracun yang dapat membahayakan janin dan membuatnya mengalami penyakit bawaan lahir atau terlahir cacat.
Rumput fatimah mungkin bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada wanita yang tidak hamil, misalnya untuk meringankan gejala menopause atau sindrom pramenstruasi.
Sebaliknya, tanaman ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.
Hal ini dikarenakan belum ada studi yang membuktikan bahwa rumput Fatimah aman dikonsumsi dan bermanfaat untuk kehamilan serta proses persalinan dan menyusui.
Adapun manfaat rumput fatimah untuk kesehatan, antara lain:
- Antioksidan
Sebagian besar kandungan rumput fatimah adalah flavonoid yang bersifat antioksidan.
Flavonoid berguna untuk mencegah pembentukan atau merusak struktur radikal bebas.
Diketahui, radikal bebas bisa merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis dan penuaan dini.
- Mempercepat Pemulihan sesudah Persalinan
Tanaman yang kerap disebut dengan kacip fatimah ini berpotensi mempercepat pemulihan rahim setelah melahirkan.
Rumput fatimah mengandung fitoestrogen atau senyawa tanaman yang menyerupai hormon estrogen.
Senyawa ini membantu mengeluarkan hormon oksitosin yang merangsang otot-otot rahim berkontraksi.
Meski begitu, klaim minum jamu setelah melahirkan ini baru diuji coba pada tikus, bukan manusia.
Jadi, keampuhan khasiat rumput fatimah ini belum diketahui pasti.
- Meningkatkan Estrogen pada Wanita Menopause
Wanita yang sudah menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen drastis. Hal ini akan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu.
Karena mengandung fitoestrogen, manfaat rumput fatimah berpotensi menggantikan kadar estrogen yang berkurang.
Penelitian terbitan Journal of Medicinal Food (2014) menemukan bahwa daun fatimah membantu mengurangi gejala menopause.
Percobaan memberikan air rebusan daun fatimah pada kelompok wanita yang telah menopause dengan konsentrasi sebesar 400 mg, selama 16 minggu.
Hasilnya, mereka mengalami perbaikan kondisi seperti berikut.
- Bisa mengingat lebih baik.
- Lebih fokus saat memperhatikan sesuatu.
- Berkurangnya suhu panas mendadak atau hot flashes.
- Penurunan gangguan tidur.
- Memperkuat Tulang pada Wanita Menopause
Penurunan estrogen bisa meningkatkan risiko tulang keropos atau osteoporosis pada wanita menopause.
Pasalnya, estrogen merangsang kerja sel osteoblas atau sel pembuat sel-sel tulang.
Mengutip penelitian pada tikus terbitan Journal of Ethnopharmacology (2011), rumput fatimah bisa meningkatkan kadar osteokalsin, yaitu protein penyusun tulang yang diproduksi oleh osteoblas.
Peneliti memberikan ekstrak rumput fatimah sebanyak 17,5 mg/kg berat badan pada tikus. Lalu, membandingkan reaksinya dengan tikus yang tidak diberikan ekstrak rumput fatimah.
Meski begitu, ekstrak air kacip fatimah tidak mencegah kehilangan kadar kalsium tulang. Untuk itu, manfaat rumput fatimah sebagai herbal untuk osteoporosis masih perlu diteliti lebih lanjut.
- Memperlambat Penuaan Kulit
Tidak hanya diminum, ada potensi manfaat rumput fatimah bila dioles ke kulit.
Penelitian terbitan Journal of Bioscience and Bioengineering (2011) menemukan bahwa ekstrak air daun fatimah bisa mengurangi kerja radikal bebas di kulit.
Efek ini bahkan mirip dengan pemberian vitamin C di kulit.
Radikal bebas di kulit bisa menurunkan kadar kolagen sehingga kulit mudah mengendur dan berkerut.
Khasiat daun fatimah yang satu ini berasal dari kandungan flavonoid.
Antioksidan ini membantu mengembalikan pembentukan kolagen yang menurun akibat radikal bebas dari sinar ultraviolet B.
Selain itu, kandungan quercetin pada daun fatimah bisa menghambat enzim yang memicu pembentukan noda hitam.
Meski begitu, potensi manfaat rumput fatimah ini baru diteliti pada sel kulit di laboratorium, bukan dioles ke kulit langsung.
- Alternatif Terapi Hormonal
Rumput fatimah juga berpotensi menjadi alternatif terapi hormonal yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.
Selain itu, obat herbal ini berpotensi mengendalikan gejala sindrom polikistik ovarium atau PCOS dengan cara:
- meningkatkan berat rahim,
- meningkatkan sensitivitas insulin, dan
- menurunkan kadar kolesterol.
Meski begitu, studi rumput fatimah untuk PCOS baru diteliti pada tikus.
Aturan Penggunaan Rumput Fatimah
Untuk mendapatkan manfaat dari rumput fatimah, Anda bisa mengonsumsi ekstraknya dalam sediaan produk herbal seperti kapsul, teh, dan minuman kaleng.
Kebanyakan produk herbal atau minuman rumput fatimah di pasaran mengandung dosis 154 mg, yang bisa diminum maksimal dua kali dalam sehari.
Meski begitu, tetap lebih baik konsultasi ke dokter sebelum Anda memutuskan menggunakan produk herbal apapun. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto