RADARMAGELANG.ID— Memiliki nama ilmiah Caesalpinia sappan atau kayu secang merupakan tanaman yang sudah dikenal dalam pengobatan tradisional sejak zaman dahulu.
Biasanya, tanaman ini diolah menjadi minuman herbal yang dikenal dengan sebutan wedang uwuh.
Caranya? Batang kayu secang diserut dan dijemur, kemudian diolah menjadi minuman yang nikmat.
Kayu secang merupakan pohon kecil yang tingginya sekitar 5 sampai 10 meter.
Permukaan batangnya kasar, dikelilingi duri yang tersebar.
Daunnya terdiri atas daun menyirip ganda, masing-masing mempunyai 10-20 pasang helai daun berseberangan dan helai daun penyangga.
Perbungaan kayu secang terdiri dari banyak bunga berwarna kuning cerah.
Buahnya berry hitam dan berisi 3 sampai 4 biji bulat memanjang.
Kayu ini mempunyai warna merah tua dan sering digunakan sebagai pewarna alami dan bahan dalam pengobatan tradisional.
Kegunaannya yang luas meliputi pewarna kain, cat dan campuran herbal untuk berbagai keperluan kesehatan.
Kayu secang telah lama banyak diolah menjadi bahan baku berbagai minuman herbal, maupun jamuan godok berbumbu yang dikenal dengan wedang uwuh.
Pertama, kayu secang diserut dan dijemur untuk dijadikan minuman.
Berbagai senyawa yang terdapat pada kayu secang dipercaya mempunyai manfaat bagi Kesehatan, antara lain:
- Menurunkan Kadar Gula Darah
Manfaat kayu Secang yang lainnya bagi kesehatan adalah dapat membantu mengontrol gula darah.
Hal ini disebabkan kandungan anti diabetes di dalamnya.
Selain itu, kayu Secang juga dapat menurunkan kadar gula darah tinggi.
- Mencegah Kerusakan Sel
Kayu secang merupakan tanaman herba yang mengandung antioksidan seperti flavonoid, polifenol dan braziliana.
Kandungan antioksidannya mampu mencegah kerusakan sel dalam tubuh akibat efek radikal bebas.
Antioksidan juga diketahui berperan dalam mengurangi risiko penyakit tertentu, seperti diabetes tipe 2 dan kanker.
- Hentikan Diare
Secara tradisional, kayu secang telah dikonsumsi secara tradisional sebagai jamu atau teh herbal untuk mengobati diare.
Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kayu secang bermanfaat dalam membunuh bakteri penyebab diare karena mengandung sifat antibakteri.
Sayangnya, manfaat klinis kayu secang sebagai obat diare masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Jadi, jika diare yang Anda alami tidak kunjung membaik dalam dua hari atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
- Mengatasi Peradangan
Kayu secang mengandung senyawa yang mampu mengurangi peradangan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan ekstrak tanduk rusa secang dapat mengurangi rasa sakit akibat peradangan.
Meski demikian, manfaat kayu secang masih perlu diteliti lebih lanjut agar dapat dimafaatkan semaksimal mungkin.
- Pengobatan Jerawat
Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah infeksi bakteri asam Propionibacteria yang dapat menyebabkan peradangan kulit.
Kayu secang dinilai memiliki kemampuan membunuh bakteri patogen dan mengurangi peradangan.
Ini semua berkat kandungan senyawa anti jerawat, antibakteri dan antiinflamasi yang terdapat pada kayu secang.
- Anti Bakteri
Khasiat kayu secang lainnya adalah mampu membunuh dan mencegah tumbuhnya bakteri.
Kandungan senyawa antibakteri pada kayu secang diketahui mampu membunuh bakteri penyebab infeksi, termasuk bakteri Streptococcus.
Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas kayu secang sebagai obat herbal pengendalian gula darah dan pengobatan lainnya.
Meskipun merupakan pengobatan alami, kayu secang tidak boleh dikonsumsi bersama obat untuk menghindari interaksi obat.
Selain itu, jika Anda ingin memanfaatkan kayu secang sebagai pengobatan alternatif penyakit tertentu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya, tergantung kondisi Anda. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto