Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Gubernur Luthfi Warning BUMD: Harus Kreatif dan Inovatif Hasilkan PAD

Lis Retno Wibowo • Senin, 27 April 2026 | 17:34 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi  dan Sekda Sumarno saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga BUMD milik Pemprov Jawa Tengah, Senin (27/4/2026). (Istimewa)
Gubernur Ahmad Luthfi dan Sekda Sumarno saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga BUMD milik Pemprov Jawa Tengah, Senin (27/4/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengingatkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar tidak sekadar eksis.

Tetapi benar-benar berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) dan pembangunan.

Ia meminta BUMD agar kreatif dan inovatif dam menciptakan program.

Baca Juga: BUMD Jateng Jadi Mesin PAD, Target Dividen Tumbuh 10,58 Persen per Tahun

Penegasan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga BUMD milik Pemprov Jawa Tengah, Senin (27/4/2026).

Tiga perusahaan daerah yang dibahas yakni PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP). 

Menurut Ahmad Luthfi, BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan fiskal pemerintah provinsi.

Karena itu, inovasi dan terobosan bisnis menjadi kunci agar perusahaan daerah mampu bertahan sekaligus memberikan dampak nyata.

“BUMD itu napasnya untuk PAD wilayah. Saat fiskal terbatas, maka yang diandalkan adalah kreativitas dan terobosan,” tegasnya.

Ia menekankan, pengelolaan BUMD harus profesional dan berorientasi pada manfaat publik, bukan kepentingan pribadi.

Seluruh jajaran komisaris dan direksi akan dievaluasi secara berkala berdasarkan kinerja.

“Baik itu komisaris atau direktur utama, selama tidak efektif akan kami evaluasi. Tugas BUMD adalah menyehatkan APBD,” ujarnya.

Ahmad Luthfi juga mengingatkan agar tidak ada BUMD yang justru menjadi beban keuangan daerah.

Seluruh aset dan lini bisnis harus dioptimalkan untuk menghasilkan keuntungan yang berkontribusi pada PAD.

Untuk mendorong kinerja, ia meminta BUMD aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs). 

Kolaborasi ini dinilai penting untuk menghidupkan aset-aset daerah yang belum tergarap optimal, sekaligus membuka peluang bisnis baru.

“Gandeng Kadin, Hipmi, dan Gekrafs. Kolaborasi dengan pengusaha muda agar aset kita berkembang dan hidup. BUMD harus punya daya dobrak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengapresiasi kinerja PT Jateng Agro Berdikari yang dinilai aktif menjaga stabilitas harga melalui program pangan murah, operasi pasar, dan pengembangan kios di berbagai daerah.

Gubernur memberikan sorotan kepada PT PRPP yang dinilai belum maksimal dalam mengelola aset dan menggelar event yang kompetitif.

Ia meminta manajemen segera menyusun rencana kerja konkret agar PRPP mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Event yang digelar harus punya daya tarik dan daya saing. Jangan kalah dengan yang lain,” tandasnya. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#inovatif #pendapatan asli daerah (PAD) #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi #bumd