Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Penyusunan Bahan Ajar untuk Bimbingan Teknis Guru Utama

Lis Retno Wibowo • Jumat, 24 April 2026 | 10:02 WIB
Rapat penyusunan bahan ajar untuk bimbingan teknis guru utama digelar di Aula Cipto Mangunkusumo Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Senin–Rabu (20–22/4/2026). (Istimewa)
Rapat penyusunan bahan ajar untuk bimbingan teknis guru utama digelar di Aula Cipto Mangunkusumo Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Senin–Rabu (20–22/4/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Ungaran - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kembali mengadakan Penyusunan Bahan Ajar untuk Bimbingan Teknis Guru Utama di Aula Cipto Mangunkusumo pada Senin–Rabu (20–22/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 42 pakar bahasa dan sastra Jawa dari kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan kegiatan ini merupakan tahapan kedua yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah setelah sebelumnya melaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah tentang pelindungan bahasa daerah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian dan pelindungan bahasa daerah yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2021,” ujar Dwi Laily Sukmawati saat membuka kegiatan di Aula Cipto Mangunkusumo, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah tentang Kebijakan Pelindungan Bahasa

Laily mengatakan setiap tahun Balai Bahasa Provisi Jawa Tengah masih terus mengajak pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk tetap memiliki komitmen dalam pelindungan bahasa daerah.

“Pelestarian dan pelindungan bahasa ini menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, melainkan juga pemerintah daerah selaku pemilik bahasa atau penutur bahasa Jawa di Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.

Rangkaian Program Pelindungan Bahasa Daerah tahun ini meliputi rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, penyusunan bahan ajar, pelaksanaan bimbingan teknis guru utama, diseminasi, pemantauan pengimbasan, dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten/kota dan provinsi yang menjadi puncak kegiatan.

FTBI yang akan digelar pada bulan Oktober 2026 menjadi topik utama dalam kegiatan Penyusunan Bahan Ajar untuk Bimbingan Teknis Guru Utama.

Efisiensi anggaran menjadi kendala dalam tahapan pelaksanaan kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah. 

Hal itu menjadi pemantik bagi para pakar dalam memberikan saran dan masukan agar pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah tetap optimal.

Saran dan masukan dari pakar yang hadir turut disampaikan pada forum diskusi tersebut.

Imam Sutarjo, salah satu pakar bahasa Jawa, mengatakan bahwa peserta lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) perlu diapresiasi sehingga jenis dan jumlah pemenang lomba perlu dipertahankan. 

“Kebanggaan sebagai juara tetap dapat dirasakan meskipun tidak mendapat hadiah yang terlalu besar. Kegiatan FTBI merupakan kebanggaan sekaligus kegiatan yang paling dinanti para siswa,” ungkapnya. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Pelindungan bahasa daerah #Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah #revitalisasi bahasa daerah #Dwi Laily Sukmawati