Atap Bangunan SLB Batang Ambruk saat Jam Pelajaran
Riyan Fadli• Rabu, 21 Januari 2026 | 15:51 WIB
Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau bangunan SLB yang ambruk.
RADARMAGELANG.ID, Batang--Atap salah satu bangunan tua di kompleks sekolah yang berlokasi di Jalan Pemuda, Pasekaran, tersebut ambruk rata dengan tanah, Rabu (21/1/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB ini terjadi saat jam pelajaran berlangsung. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena ruangan yang ambruk sudah lama dikosongkan karena kondisinya yang lapuk.
Wakil Bupati Batang, Suyono, yang mendapat laporan kejadian tersebut langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk memastikan keselamatan warga sekolah.
"Alhamdulillah tidak ada korban, baik siswa, orang tuanya maupun dari pihak guru," katanya saat meninjau reruntuhan bangunan.
Kepala Sekolah SLB Batang, Buntas Ernawati, dalam penjelasannya kepada Wabup Suyono mengungkapkan bahwa bangunan yang ambruk tersebut dulunya digunakan sebagai ruang keterampilan jahit siswa. Namun, tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak setahun lalu.
"Namun sejak plafon ambruk pada 2025, kami memutuskan untuk merubahnya menjadi gudang. Sedangkan ruang pelatihan dipindah ke bangunan baru," terang Buntas Ernawati.
Buntas menjelaskan, gedung tersebut berdiri di atas aset bekas Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkab Batang. Bangunan itu diketahui terakhir kali direhab pada tahun 90-an, sehingga struktur kayu dan atapnya sudah sangat rapuh.
Kerusakan ternyata tidak hanya pada satu gedung. Pihak sekolah telah mengambil langkah antisipasi dengan mengosongkan beberapa kelas lain yang berpotensi bahaya.
"Selain ambruk, ada tiga ruang kelas yang kondisinya saat ini sudah memprihatinkan pada bagian atap. Sehingga kami memutuskan untuk dikosongkan, dan memindahkan aktifitas belajar mengajar ke ruang lain, demi keselamatan para siswa," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan kendala birokrasi yang menghambat perbaikan infrastruktur. Bantuan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sulit turun karena status lahan masih tercatat milik Pemkab Batang, belum sepenuhnya dihibahkan ke sekolah.
"Kita sudah mencoba mengajukan bantuan, namun karena status lahannya masih milik Pemkab Batang, maka belum bisa turun. Karena itulah, kami berharap pak Wakil Bupati Suyono bisa membantu memperjuangkan peralihan status hak milik lahan," harap Buntas Ernawati.
Merespons keluhan tersebut, Wabup Suyono langsung memanggil Bagian Pemerintahan Setda Batang di lokasi kejadian. Dari hasil koordinasi, diketahui sebagian lahan sudah dihibahkan ke SLB, namun sebagian kecil—termasuk area bangunan yang ambruk—masih milik Pemkab.
"Terkait ambruknya atap ini akan kita buatkan laporan ke pihak Pemprov Jawa Tengah agar ada tindakan dan evaluasi. Terkait hibah lahan, tentunya kita juga akan mempercepat proses peralihannya agar bantuan dari Pemprov maupun pusat bisa segera turun," kata Suyono menegaskan.
Suyono juga mengapresiasi langkah antisipatif pihak SLB yang sigap mengosongkan gedung berbahaya sebelum kejadian fatal terjadi. Ia mendesak agar perbaikan segera dilakukan demi kenyamanan siswa berkebutuhan khusus.
"Pemprov Jateng diharapkan bisa secepatnya melakukan pengecekan kondisi lapangan, dan melakukan langkah evaluasi menyeluruh terkait bangunan yang memang sudah tidak layak. Mengingat hal ini menyangkut keselamatan dan kelancaran proses belajar mengajar anak-anak kita yang berkebutuhan khusus," tandas Suyono.(yan)