RADARMAGELANG.ID, Kajen -Sebanyak 50 orang dari 43 komunitas penggerak literasi di Kabupaten Pekalongan mengikuti Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi di Aula Kulu Asri, Kajen, pada Selasa -Kamis (24-26/6/2025).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan, Drs. Sugino, S.S.T.P., M.Si., mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang telah mengadakan kegiatan positif yang sejalan dengan program-program Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan.
“Beberapa program peningkatan literasi di Kabupaten Pekalongan yang sudah dilakukan, di antaranya, penyediaan buku bacaan, pusling (perpustakaan keliling), festival literasi, dan kerja sama dengan berbagai taman bacaan masyarakat (TBM) di Kabupaten Pekalongan,” ujar Sugino.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi para pengelola komunitas penggerak literasi di bidang manajerial. Dia mengaku terkesan dengan antusiasme dan semangat komunitas literasi di Jawa Tengah.
“Atmosfer komunitas penggerak literasi di Jawa Tengah memang berbeda, sangat antusias. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penerima bantuan apresiasi bagi komunitas penggerak literasi terbanyak di Indonesia,” ungkap Laily.
Narasumber yang dihadirkan adalah praktisi dan penggerak literasi yang berkompeten, di antaranya, Yoga Rifai Hamzah, Ketua FTBM Kabupaten Pekalongan; Andika Nugraha Firmansyah, TBM Sogan sekaligus pengurus FTBM Jawa Tengah; Munawar, Ketua Kampung Literasi Ceria Kendal dan pengurus FTBM Jawa Tengah; Muhammad Burhan, pendiri Komunitas Digital Talent Pekalongan, Ribut Achwandi, Ketua FTBM Kota Pekalongan, serta Diah Kartika, S.E., M.M. dari Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan.
Laily menjelaskan setelah bimbingan teknis (bimtek) ini berakhir, peserta akan dipantau perkembangannya bersama narasumber kegiatan. Peserta dapat bertanya atau melaporkan kendala yang dialami selama pelaksanaan pendampingan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat para penggerak literasi untuk mengelola dan mengembangkan komunitasnya menjadi komunitas literasi yang unggul,” jelasnya. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo