Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

PSSI Jateng Lakukan Investigasi Kasus Pemukulan Dua Wasit di Turnamen Tarkam “Bener Bersatu Cup 3” di Tengaran, Diduga Libatkan Pemain Nasional

Haryanto • Kamis, 6 Juni 2024 | 01:17 WIB
Ketua Asprov PSSI Jateng Yoyok Sukawi
Ketua Asprov PSSI Jateng Yoyok Sukawi

RADARMAGELANG.ID, Semarang - PSSI Jateng telah memanggil dua asisten wasit dan satu komite wasit Askab PSSI Kabupaten Semarang terkait kericuhan sepakbola antarkampung (tarkam) “Bener Bersatu Cup 3” di Tengaran, Kabupaten Semarang.

Selain itu juga masih terus melakukan investigasi untuk mengungkap pemicu kericuhan dan pengeroyokan wasit yang memimpin pertandingan. 

Dua orang yang dipanggil tersebut adalah Asisten Wasit 1 Slamet Edi Putra dan Asisten Wasit 2 Agus Susilo.

Sedangkan dari Komite Wasit Askab PSSI Semarang adalah Yulianto.

Ketiganya memenuhi panggilan oleh PSSI Jateng, Rabu (5/6/2024). 

"Pemanggilan ini masih dalam menggali informasi melengkapi investigasi supaya apa yang menjadi keputusan komite disiplin nanti betul-betul rinci, dan tepat nanti yang kita putuskan," ungkap Komite Disiplin Asprov Jawa Tengah Ismu Puruhito kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (5/6/2024). 

Pihaknya juga menyebutkan, hari sebelumnya juga telah memanggil empat orang dari pihak panita pelaksana pertandingan pada Selasa (4/6/2024).

Diketahui, yang datang pada saat itu adalah seksi pertandingan, ketua panitia pertandingan, bendahara, dan sekretaris. 

"Kemarin kita memeriksa ketua panitia dan satu bidang kompetisinya, apa yang sudah dilakukan? Terus kaitannya dengan kesiapan menghadapi unsur safety seperti apa? Itu yang kita periksa kemarin," jelasnya. 

"Kalau wasit masih belum bisa kita panggil, baik wasit utama maupun wasit cadangan yang memimpin dan ikut menjadi korban pemukulan, yakni Pak Ridwan Prayitno, belum kita panggil juga karena masih perawatan medis," imbuhnya. 

Ketua Asprov PSSI Jateng Yoyok Sukawi  menegaskan, masih melakukan investigasi dan mendalami keterangan mereka yang dipanggil maupun para saksi dan pihak-pihak terkait insiden tersebut.

"Kita mendalami dulu hal-hal yang menjadi perhatian, yaitu pelanggaran kode disiplin dan pelanggaran-pelanggaran fair play yang terjadi," katanya. 

"Ini nanti setelah lengkap, semuanya kita laporkan ke PSSI, untuk kemudian kita memutuskan berupa surat keputusan masing-masing. Kalau perlu ada yang disanksi ya kita sanksi. Kalau ada yang perlu dihukum ya tentu kita hukum," tegasnya. 

Para pemain yang ikut tampil dalam tarkam itu diketahui ada pemain nasional.

 Namun Yoyok membeberkan, federasi sepak bola tidak membeda-bedakan.

Apakah mantan pemain timnas ataupun pemain yang masih aktif, pemain pro maupun pemain amatir, semua keluarga besar sepakbola.

"Jadi kalau melakukan tindakan-tindakan yang mencederai fair play, tentu akan dihukum kalau melanggar aturan atau kode disiplin. Jadi, kita gak ada perbedaan, pemain timnas aktif pun sama saja perlakuannya," tegasnya. 

Terkait adanya laporan kepolisian, Yoyok menegaskan kalua hal tersebut bukan ranahnya.

Pihaknya fokus melakukan penanganan internal terkait pelanggaran di sepakbola. 

"Kalau pelaporan di kepolisian itu kan bukan ranah kita. Itu ranah hukum, karena pidana. Itu personal. Kalau korbannya melapor ke kepolisian itu urusan sendiri. Kalau kita ranah sepakbolanya, sesuai statuta (aturan) dan kode disiplin kita, itu tupoksinya di situ," jelasnya. 

Sekretaris Umum Asprov PSSI Jateng Purwidyastanto menambahkan, nantinya dalam menentukan Keputusan  juga melibatkan komite wasit Asprov PSSI Jateng.

Menurutnya, hal ini untuk memberikan gambaran bagaimana ditegakkannya nilai fair play tentang sepakbola itu sendiri. 

"Dan tentu juga karena wasit harus mengawal law the game, apakah termasuk dalam mengawal law the game-nya juga dipenuhi sepanjang di dalam memimpin pertandingan itu. Nanti komite wasit yang akan memiliki kewenangan untuk itu," katanya. (mha/aro) 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Tengaran #Bener #ismu #tarkam #pemukulan wasit #asprov jateng #kericuhan #PSSI Jateng #yoyok sukawi