RADARMAGELANG.ID, Demak—Banjir rob di wilayah Kecamatan Sayung, Demak berupaya bisa diatasi oleh pemerintah.
Salah satu cara adalah menyelesaikan pembangunan tanggul laut yang kini menjadi bagian dari konstruksi jalan tol Semarang-Demak.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB Fathan Subchi mendukung penyelesaian tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol tersebut.
"Jadi, untuk menanggulangi masalah banjir rob di Pantura sekitar Semarang dan Demak, salah satu solusinya adalah melalui pembangunan tanggul laut yang menjadi bagian dari konstruksi jalan tol Semarang Demak,"katanya.
Menurutnya, dengan adanya tanggul laut ini diharapkan masalah rob Sayung bisa ditangani dengan baik.
Seperti diketahui, proyek jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 km terdiri atas dua ruas.
Yaitu, ruas I Semarang-Sayung yang dibangun dengan dana pinjaman dari China.
Ruas I ini masih dalam tahap pembangunan, di mana di dalamnya termasuk pembangunan tanggul laut oleh Kementerian PUPR.
Adapun progres konstruksi untuk ruas 1 sebagai berikut:
Seksi 1a (elevated toll road) untuk kebutuhan tanah 50,24 persen, konstruksi 22,22 persen, dan target selesai konstruksi April 2025.
Berikutnya, untuk seksi 1b (mainroad terintegrasi tanggul laut) untuk kebutuhan tanah 67,25 persen.
Kemudian, konstruksi 5,14 persen, serta target selesai konstruksi Februari 2026.
Sedangkan, untuk seksi 1c (kolam retensi) untuk kebutuhan tanah 78,69 persen, konstruksi 5,55 persen, dan target selesai konstruksi Juni 2025.
Sementara itu, untuk ruas II jalan tol Sayung-Demak telah dibangun dengan skema KPBU dengan investasi sebesar Rp 5,4 triliun.
Ruas II telah diresmikan oleh Presiden Jokowi dan beroperasi secara komersial sejak Januari 2023.
Bupati Demak dr Eisti'anah berharap, jalan tol Sayung-Semarang bisa diselesaikan sesuai target.
"Salah satu cara mengatasi banjir rob yang terus terjadi adalah penyelesaian tanggul laut,"ujarnya. (hib/aro)
Editor : H. Arif Riyanto