Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sepuluh Titik Tanggul Jebol di Demak Belum Tertangani, 66.965 Warga Terdampak, 10.285 Mengungsi, Ini Kondisi Terkini...

Wahib Pribadi • Sabtu, 10 Februari 2024 | 05:13 WIB
Petugas gabungan mengevakuasi warga dengan getek pohon pisang di Jalan Pantura Karanganyar, Kabupaten Demak yang masih terendam banjir, Jumat (9/2/2024).
Petugas gabungan mengevakuasi warga dengan getek pohon pisang di Jalan Pantura Karanganyar, Kabupaten Demak yang masih terendam banjir, Jumat (9/2/2024).

RADARMAGELANG.ID, Demak--Banjir yang melanda Kabupaten Demak hingga Jumat (9/2/2024) masih merendam jalan raya Pantura Karanganyar, perbatasan Demak dan Kudus.

Sepuluh titik tanggul jebol belum bisa tertangani.

Penanganan tanggul menunggu air sungai surut.

Kendaraan yang terjebak banjir hingga kini masih belum bisa dievakuasi.

Seperti diketahui, tanggul jebol Sungai Wulan melengkapi jebolnya beberapa tanggul sungai lainnya yang berbeda lokasi.

Hingga kemarin ada 10 titik tanggul jebol.

Bupati Demak dr Eisti'anah merasa berat menangani tanggul-tanggul sungai yang jebol itu. Karena itu, Pemkab Demak berharap ada bantuan penanganan tanggul jebol dari pemerintah pusat.

"Terus terang, kalau ditangani daerah semua tidak mampu. Harus ada penanganan dari pusat," ujar bupati.

Bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi sangat berarti dalam penanggulangan bencana banjir di Demak.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho menyampaikan, banjir bandang di Demak, termasuk yang menenggelamkan jalan Pantura Demak timur dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Wali sejak 5 Februari lalu.

Intensitas hujan sangat tinggi di wilayah hulu atau selatan Demak.

Akibatnya, beberapa tanggul sungai tidak mampu menahan atau menampung derasnya aliran air.

“Sejumlah tanggul sungai pun jebol seperti tanggul Sungai Wulan," katanya.

Hingga kemarin, data BPBD mencatat ada 32 desa di 7 kecamatan yang terdampak banjir. Sebanyak 17.264 kepala keluarga (KK) atau 66.965 jiwa yang menjadi korban banjir.

Sedangkan, 10.285 jiwa mengungsi.

Kemudian, ada 951 hektare sawah terendam, satu sarana ibadah dan 6 sarana pendidikan. "Data-data masih terus bergerak karena proses pendataan tiap hari,"kata Agus.

Agus menambahkan, saat ini, korban banjir sangat membutuhkan logistik atau makanan cepat saji. Pendirian dapur umum juga dilakukan di sejumlah lokasi banjir yang ada pengungsinya.

“Butuh pula obat-obatan, selimut, baju layak pakai, pempers dan pembalut, karung, bambu dan alat berat," ujarnya.

Untuk mengevakuasi pengungsi, petugas BPBD dibantu pihak Polres dan Kodim 0716 Demak menyisir lokasi yang airnya tinggi.

Sebab, warga banyak mengungsi di gedung sekolah yang bertingkat, rumah bertingkat maupun yang mengungsi di atap rumah.

Petugas gabungan mengevakuasi warga dengan kendaraan taktis di Jalan Pantura Karanganyar, Kabupaten Demak yang masih terendam banjir, Jumat (9/2/2024).
Petugas gabungan mengevakuasi warga dengan kendaraan taktis di Jalan Pantura Karanganyar, Kabupaten Demak yang masih terendam banjir, Jumat (9/2/2024).

Malam pertama pengungsian, warga terpaksa tidak bisa menikmati aliran listrik.

Listrik dipadamkan sementara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di lokasi banjir.

"Kita terus koordinasi dengan BPBD daerah sekitar untuk evakuasi warga. BPBD Kudus, Salatiga, Jepara, Grobogan, Rembang, Kota Semarang, Solo Raya, Basarnas Jepara, Polres Kudus, Kodim dan lainnya," ujar Agus.

Saat ini, kata dia, difokuskan mengevakuasi warga korban banjir.

Tercatat ada 17 lokasi pengungsian.

"Kita sediakan stok logistik di lokasi-lokasi pengungsian tersebut," katanya.

Salah satu pengungsi, Antok, 35, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, mengatakan, banjir tiba-tiba datang sehingga dirinya tidak sempat menyelematkan harta benda.

"Air tiba-tiba datang dan cepat meninggi. Akibatnya, bawang merah dan padi hasil panen saya ludes tenggelam. Yang penting nyawa masih selamat," ujarnya kemarin.

Menurutnya, banyak warga yang saat banjir tidak bisa mengevakuasi hartanya. "Sekarang juga masih banyak warga yang belum dievakuasi," tandasnya. (hib/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#banjir demak #Bupati Demak dr Eistianah SE #tanggul jebol #Kudus #demak #banjir