Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Ikan Red Devil Ganggu Ekosistem, Memangsa Benih Ikan Nila di Waduk Gajah Mungkur

Agus AP • Rabu, 26 April 2023 - 02:03 WIB
Ikan red devil kerap menyusup ke dalam karamba di Waduk Gajah Mungkur dan memangsa anakan ikan nila. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Ikan red devil kerap menyusup ke dalam karamba di Waduk Gajah Mungkur dan memangsa anakan ikan nila. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSEMARANG.ID, WONOGIRI - Ikan red devil alias setan merah telah berkembang biak di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Ikan dengan genus amphilopus itu disebut kerap didaratkan oleh pemancing di wilayah perairan WGM. Keberadaannya disebut-sebut membahayakan populasi ikan air tawar lainnya.

Sugeng Ahmady, salah seorang pemancing mengaku sering mendapatkan red devil saat memancing di perairan WGM.

Terutama di sekitar karamba apung. “Seingat saya, dulu pernah dapat ikan red devil itu di sana,” katanya.

Ikan red devil yang didapatnya tidak dikonsumsi. Namun, dimasukkan ke akuarium. “Saya dapat warnanya oranye. Kan bagus juga,” kata pria yang juga wakil ketua DPRD Wonogiri itu.

Sugeng tahu bahwa red devil jenis ikan predator dan bukan spesies asli di perairan WGM. Kerap memangsa ikan-ikan lain yang berukuran lebih kecil.

Hal itu menjadikannya “raja” di perairan WGM. “Dampaknya kan juga mengganggu ekosistem perikanan di WGM,” bebernya.

Red devil sangat cepat berkembang dan menyebar di perairan WGM. Karena populasi yang cepat itu, kata Sugeng, berdampak kepada ikan-ikan lain yang menjadi primadona untuk dikonsumsi. Di antaranya ikan nila.

“Populasi nila berkurang. Saat nila masih kecil, dimakan red devil ini,” jelasnya.

Lalu bagaimana solusinya? Sugeng menilai perlu dikaji lebih lanjut oleh berbagai pihak. Baik oleh pemerintah dan nelayan.

Tedianto, pemilik karamba jaring apung di WGM juga mengetahui adanya red devil di WGM. Bahkan, ada ikan jenis itu di karambanya. “Di sekitar karamba ada. Dulu sedikit, sekarang ada banyak,” ujarnya.

Baru-baru ini saat Jawa Pos Radar Solo diajak oleh Tedi, sapaan akrab Tedianto ke karamba jaring apung miliknya, seekor red devil diangkat dari karamba jaring apung. Ikan itu berwarna oranye keemasan.

Tedi tak mengetahui secara pasti sejak kapan red devil ada di WGM maupun di dalam karambanya. Entah masuk dari luar karamba atau benih tercampur dengan benih ikan nila yang disebar sebelumnya.

“Jadi mungkin saja masuk ke dalam karamba ini dari benih. Saat kami membenih kemasukan itu,” kata dia. (al/wa) Editor : Agus AP
#WGM #Ikan Red Devil #Waduk Gajah Mungkur #Ganggu Ekosistem #Benih Ikan Nila