Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Wonosobo : Ngonthel hingga Luar Kota, Berkegiatan Sosial Tak Lupa 

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:25 WIB
Anggota Kosti Wonosobo ketika mengikuti acara The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026  di Prambanan, Klaten (21/5/2026).
Anggota Kosti Wonosobo ketika mengikuti acara The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026  di Prambanan, Klaten (21/5/2026).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Melestarikan barang antik, salurkan hobi dan berkegiatan sosial.

Itulah aktivitas Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Wonosobo. Tak sekadar ngonthel keliling hingga luar kota, namun kehadiraannya bermanfaat untuk sesama. 

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Wonosobo memiliki anggota beragam latar belakang.

Ada karyawan swasta, pengacara, pegawai negeri, pekerja seni, guru, pemilik bengkel, guru, pedagang kaki lima dan tukang parkir.

Ketika berkumpul, tak ada sekat antara pegawai negeri dan pegawai rendahan. Semua sama.

Baca Juga: Tiga Delegasi Wonosobo Ikuti Kongres Luar Biasa Kosti di Jakarta

Begitu juga tak ada kaya dan miskin. Semua jadi satu komunitas menyalurkan hobi sepeda tua alias onthel.

Anggotanya yang berjumlah 50-an orang selalu guyup rukun dalam berkegiatan.

Kosti Wonosobo diinisiatori oleh Munthohar, Joko Surjono, Fahrudin, Aman, Triyanto dan Wawan. Saat ini komunitas tersebut dipimpin Joko Surjono. 

“Kosti Wonosobo secara resmi berdiri pada Agustus 2025. Tapi sebelumnya, anggota sudah sering kumpul. Bahkan sejak tahun 2010 sudah sering bareng-bareng ngontel,”tutur Fahrudin yang menjabat sebagai bendahara sekaligus humas Kosti Wonosobo.

Seminggu sekali mereka nongkrong di Alun-alun wonosobo. Ngobrol, berdiskusi dan merencanakan kegiatan.

Sementara ngonthel di luar agenda besar, dilakukan bersama-sama dengan keliling desa di wilayah Wonosobo.

Terlebih, Wonosobo dikenal memiliki panorama pegunungan yang elok dengan udara sejuk. Tentu acara ngonthel bareng semakin asyik.

Ngonthel keluar kota juga menjadi bagian kegiatan komunitas.

Ngonthel ke Jogjakarta, Purwokerto, Banjarnegara, Tegal, Jepara, Jakarta menjadi hal biasa.

Terbaru ikut berpartisipasi di acara The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 yang diadakan di Prambanan, Klaten (21/5/2026). 

Para onthelis (sebutan untuk pesepeda onthel) berpakaian masa lalu keliling desa sekitar Prambanan bersama para duta besar negara lain dan Sekda Provinsi Jateng Sumarno. 

Menyemarakkan Hari Pahlawan 10 November, Kosti Wonosobo berkostum pejuang.
Menyemarakkan Hari Pahlawan 10 November, Kosti Wonosobo berkostum pejuang.

Namun kegiatan tak hanya menyalurkan hobi ngonthel. Mereka komit untuk berkegiatan sosial.

 “Kalau ada bencana alam, kita penggalangan dana. Juga mengadakan aksi sosial yang bermanfaat untuk sesama,”imbuh Fahrudin yang juga seorang pengacara itu.

Ketika Idul Fitri, Kosti Wonosobo tak segan menyebar paket lebaran kepada warga yang membutuhkan.

Mereka juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum. Juga pemberian bantuan pendidikan untuk anak-anak sekolah. 

“Komunitas ini menampung para onthelis menyatukan keinginan  nguri-uri barang antik. Juga merajut persaudaraan sesama pemilik sepeda tua. Dan tentu saja menyalurkan hobi seni bersepeda, “ungkap Fahrudin menjelaskan tujuan didirikan Kosti.

Sepeda yang dimiliki anggotanya beragam. Tertua merek Gazelle tahun 1949. Kemudian Fongers keluaran tahun 1954. Merek Humber 1950-an. Fahrudin sendiri mengaku menyukai seni. 

Onthel bagi Fahrudin tak sekadar sepeda tua. Ia adalah saksi perjuangannya hingga menempati posisi sekarang.

“Selain unik dan klasik, onthel bagi saya punya kenangan yang indah. Saat SMP sampai SMA sekolah ngonthel. Onthel tua itu punya rentetan cerita sejarah. Nyambung ke masa-masa perjuangan,”imbuhnya sembari tertawa. 

Memandang onthel tuanya merek Fonger keluaran tahun 1954, ia seperti melihat masa lalu, yang terhubung ke masa kininya.

Onthel tua menjadi barang antik yang mewah di tengah-tengah modernitas. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#komunitas sepeda tua indonesia (Kosti) Wonosobo #onthel #kegiatan sosial