Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Film Abadi Nan Jaya Melonjak ke Puncak Daftar 10 Film Teratas Netflix Setelah Penayangan Perdana

Magang Radar Magelang • Senin, 27 Oktober 2025 | 17:59 WIB
Abadi Nan Jaya mengusung tema zombie yang tidak hanya penuh ketegangan dan horor, tetapi juga menampilkan berbagai lapisan emosi seperti kesedihan, kebahagiaan, dan humor.
Abadi Nan Jaya mengusung tema zombie yang tidak hanya penuh ketegangan dan horor, tetapi juga menampilkan berbagai lapisan emosi seperti kesedihan, kebahagiaan, dan humor.

RADARMAGELANG.ID – Sutradara spesialis horor Indonesia, Kimo Stamboel, membawa angin segar dan berbeda untuk dunia perfilman Tanah Air. Film terbarunya berjudul Abadi Nan Jaya berhasil menempati urutan pertama dalam daftar 10 film teratas di Netflix hanya setelah satu hari penayangan perdana, menandai sebuah keberhasilan besar bagi film Indonesia di platform internasional.

Dengan durasi 111 menit, Abadi Nan Jaya mengusung tema zombie yang tidak hanya penuh ketegangan dan horor, tetapi juga menampilkan berbagai lapisan emosi seperti kesedihan, kebahagiaan, dan humor. Yang membuat film ini begitu unik adalah integrasi unsur budaya lokal Indonesia. Mulai dari musik dangdut, latar pedesaan yang khas Indonesia, penggunaan petasan, hingga acara sunatan, semuanya dibaurkan ke dalam cerita zombie yang selama ini identik dengan budaya asing.

Film ini bermula dari Sadimin, seorang pemilik usaha jamu Wani Waras di Desa Wanirejo, Jawa Tengah. Dengan tekad dan ambisi besar, Sadimin berusaha mempertahankan kekuasaan dan popularitas usahanya dengan menghadirkan inovasi berupa jamu awet muda. Keinginan Sadimin tidak hanya didasari oleh keinginan pribadi untuk tampil awet muda, tetapi juga sebagai upaya menyelamatkan usaha jamunya dari ancaman kebangkrutan.

Baca Juga: Di Balik Layar The Autopsy of Jane Doe, Film Horor yang Mendapat Pujian Stephen King

Namun, ambisi tersebut justru membawa bencana yang tidak terduga. Niat Sadimin yang awalnya untuk meraih keuntungan besar kemudian berakhir membawa malapetaka yang mengguncang seluruh penghuni desa.

Tradisi lokal Indonesia yang kental seperti minuman jamu menjadi elemen penting yang melekat dalam alur cerita. Tidak hanya itu, Abadi Nan Jaya juga menggambarkan konflik keluarga dan dinamika sosial yang dekat dengan kehidupan nyata masyarakat Indonesia, sehingga penonton dapat merasa lebih tersambung dengan cerita.

Film Abadi Nan Jaya dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris Tanah Air seperti Donny Damara sebagai Dimin, Eva Celia sebagai Karina, Mikha Tambayong memerankan Kenes, Dimas Anggara sebagai Rudi, dan Marthino Lio sebagai Bambang. Chemistry antar pemain serta kedalaman karakter yang mereka bawa menciptakan pengalaman menonton yang penuh warna dan emosional.

Di balik kesuksesan film ini, ternyata tersimpan berbagai fakta menarik yang membuatnya berbeda dengan film-film lainnya

Salah satu hal yang membuat Abadi Nan Jaya berbeda dari film horor kebanyakan adalah persiapan para pemerannya yang sangat matang. 

Seluruh pemeran zombie menjalani workshop selama 3 bulan untuk belajar gerakan zombie secara detail dan realistis. Setiap gerakan, termasuk cara mereka jatuh dan menggigit, harus konsisten dan tidak sembarangan. Eva Celia menyebutkan bahwa pelatihan ini juga mencakup teknik jatuh agar aman dan menghindari cedera selama pengambilan gambar.

Inspirasi estetika zombie diambil dari tanaman kantong semar, yang memiliki urat dan lubang khas, memberikan tampilan zombie yang segar dan berbeda dari biasanya. 

Astrid Sambudiono, yang bertanggung jawab atas efek makeup khusus, menjelaskan bahwa detail urat pada zombie terinspirasi langsung dari tanaman tersebut, sehingga penonton bisa merasakan unsur lokal yang kuat dalam visual film.

Salah satu elemen fiksi dalam film ini adalah kelemahan zombie terhadap hujan. Konsep ini berkaitan dengan sumber wabah yang berasal dari ramuan jamu berbahan tanaman. 

Ketika hujan turun, suara air membuat zombie menjadi tenang dan gerakannya melambat, seolah-olah infeksi mereka bisa reda sementara. Hal ini memberikan dimensi logika fiksi yang menarik sekaligus menambah ketegangan dalam film.

Sinematografi film ini juga memperlihatkan keindahan pedesaan Indonesia, dengan pengambilan gambar dilakukan di beberapa desa asli, seperti Piyungan di Yogyakarta dan Magelang. Suasana alami desa yang asri, rumah sederhana, jalanan luas, dan aktivitas warga memberikan nuansa otentik yang menghidupkan cerita.

Untuk pengisi peran zombie, tim produksi melakukan proses casting yang ketat dan menghasilkan lebih dari 200 zombie. Jumlah ini memberikan efek massa yang sangat meyakinkan sehingga adegan-adegan kebangkitan zombie tampil impresif dan tidak terlihat biasa saja.  (mg7)

Editor : H. Arif Riyanto
#netflix #zombie #jamu #eva celia #mikha tambayong #yogyakarta #film zombie #Doni Damara #kimo stamboel #Abadi Nan Jaya #budaya lokal #dimas anggara #kantong semar