Tingkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Warga, Mahasiswa KKN Kelompok 1 Untidar Kalurahan Sumberadi Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 19:16 WIB
Mahasiswa KKN Universitas Tidar Kelompok Bakalan foto bersama narasumber dan peserta sosialisasi pencegahan stunting di Pendopo Padukuhan Bakalan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Kamis (23/7/ 2026). (Dok Tim KKN Bakalan Untidar)
Mahasiswa KKN Universitas Tidar Kelompok Bakalan foto bersama narasumber dan peserta sosialisasi pencegahan stunting di Pendopo Padukuhan Bakalan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Kamis (23/7/ 2026). (Dok Tim KKN Bakalan Untidar)

 

RADARMAGELANG.ID, Sleman - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) Kelompok Bakalan mengadakan  sosialisasi pencegahan stunting di Pendopo Padukuhan Bakalan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 10.45 WIB ini  untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

Acara tersebut menghadirkan Jumarko, S.Gz., tenaga kesehatan dari Puskesmas Mlati II, sebagai narasumber utama.

Juga dihadiri Kepala Kalurahan Sumberadi, Drs. Hadi Sunyoto, Kepala Padukuhan Bakalan, Candra Setiyawan, serta 24 peserta yang terdiri atas kader posyandu, ibu hamil, dan ibu yang memiliki batita atau balita.

Sosialisasi diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masih ditemukannya kasus stunting di masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa KKN 66 Untidar Sosialisasi dan Peragaan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Salam

Meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir, stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. 

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Tidar menginisiasi kegiatan edukasi ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, mengenali ciri-ciri stunting, serta langkah-langkah pencegahannya.

Ketua Kelompok KKN Universitas Tidar, Darma Ista Maulana menyampaikan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Padukuhan Bakalan terkhusus kader posyandu dan posbindu Rambutan Padukuhan bakalan.

Harapannya, bisa meningkatkan pengetahuan dan bisa ditularkan kepada masyarakat lain. 

Kepala Kalurahan Sumberadi, Drs. Hadi Sunyoto mengapresiasi inisiatif  mahasiswa KKN Untidar dalam menghadirkan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Jumarko, S.Gz menjelaskan mengenai stunting secara komprehensif.

Mulai dari pengertian, penyebab, faktor yang memengaruhi, hingga langkah-langkah yang penting dilakukan ketika 1000 hari pertama kehidupan. 

"Masalah stunting memang sudah digaungkan sejak tujuh tahun lalu, tetapi masih ditemui kasus stunting. Khususnya berkaitan dengan tinggi badan. Meski berat badan anak sesuai dengan usianya, tinggi badan masih sedikit banyak ditemukan kurang sesuai dengan masa pertumbuhannya," ujar Jumarko.

Selain itu, dipaparkan empat faktor utama menyebabkan stunting, yaitu lingkungan, kebiasaan, pelayanan kesehatan, dan keturunan.

"Faktor lingkungan menjadi penyebab yang paling besar, bahkan dapat mencapai sekitar 70 persen. Stunting juga dipengaruhi kebiasaan, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan.

Sementara faktor keturunan justru hanya memberikan pengaruh paling banyak hanya 10 persen, Jadi kurang tepat kalau dikatakan lha bapaknya aja kecil yo anaknya jadi ikut kecil," jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor keturunan.

Tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, pola hidup, pemenuhan kebutuhan gizi, serta akses terhadap layanan kesehatan.

Maka, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui penerapan pola makan bergizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan secara optimal. 

Para kader posyandu, ibu hamil, dan ibu yang memiliki balita tampak menyimak materi yang disampaikan dengan baik.

Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Hal ini juga terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta selama kegiatan, sebagai bentuk keingintahuan dan keinginan untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai pencegahan stunting. 

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Tidar berharap masyarakat semakin memahami, pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berada pada usia balita.

Pengetahuan mengenai pemenuhan gizi, penerapan pola asuh yang baik, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan demikian, upaya pencegahan stunting di Padukuhan Bakalan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan angka stunting dapat semakin ditekan. (rls/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
KKN untidar sosialisasi pencegahan stunting kalurahan sumberadi kualitas kesehatan masyarakat