Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ratusan Guru Bahasa Jawa dan Pengawas SMP se-Jawa Tengah Mengikuti Bimtek Guru Utama, Dukung Revitalisasi Bahasa Daerah

Lis Retno Wibowo • Rabu, 7 Mei 2025 | 20:07 WIB
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan bimtek guru utama jenjang SMP dan pengawas pelindungan bahasa daerah, Senin-Sabtu (5-10/5/2025).
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan bimtek guru utama jenjang SMP dan pengawas pelindungan bahasa daerah, Senin-Sabtu (5-10/5/2025).

RADARMAGELANG.ID, Ungaran - Sebanyak 120 guru Bahasa Jawa dan pengawas tingkat SMP dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah mengikuti Bimbingan Teknis Guru Utama Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pelindungan Bahasa Daerah pada Senin-Sabtu (5-10/5/2025).

Kegiatan digelar Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Balairung kantor setempat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengimbau para guru agar bertanggung jawab selama pelaksanaan kegiatan agar tonggak revitalisasi bahasa daerah akan lebih meningkat lagi pada tahun ini.

“Mari kita dukung upaya revitalisasi bahasa daerah ini agar bahasa kita, bahasa Jawa, tidak punah dan tetap lestari,” ungkap Laily saat pembukaan bimbingan teknis pada Senin (5/5/2025).

Laily mengatakan bahwa Bimbingan Teknis Guru Utama itu merupakan rangkaian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah mengundang para pakar dan telah menyusun modul ajar yang akan diajarkan kepada Bapak/Ibu.

Silakan Bapak/Ibu cermati dengan saksama tujuh modul ajar yang diajarkan. Setelah itu, tugas Bapak/Ibu adalah mengimbaskan kepada siswa SMP,” katanya.

Laily menambahkan ada beberapa program dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung Revitalisasi Bahasa Daerah.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan sayembara menulis buku cerita anak dwibahasa Jawa-Indonesia yang dapat diikuti oleh seluruh kalangan masyarakat Jawa Tengah.

“Selain itu, kami juga memiliki kamus bahasa daerah yang di dalamnya berisi berbagai istilah bahasa Jawa.

Antara lain, makanan, permainan tradisional, dan istilah lain yang hanya ada di Jawa Tengah,” ujarnya. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Pelindungan bahasa daerah #Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah #SMP #revitalisasi bahasa daerah #Bimbingan Teknis Guru Utama Jenjang Sekolah Menengah Pertama #Dwi Laily Sukmawati