Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

3 Varietas Tembakau Lokal Unggulan Magelang, Salah Satunya Gombel Sembung, Satu Batang Bisa Hasilkan 40 Daun, Apa Keistimewaan Lainnya?

Lis Retno Wibowo • Selasa, 17 September 2024 | 04:53 WIB
Tembakau varietas gombel sembung yang ditanam di Dusun Gugu II, Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.
Tembakau varietas gombel sembung yang ditanam di Dusun Gugu II, Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Kabupaten Magelang salah satu daerah penghasil tembakau. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak di Kabupaten Temanggung.

Pada tahun 2023, ada tiga varietas  tembakau unggul lokal yang dilepas oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Yakni varietas sampurna ulir, grompol ulir dan gombel sembung.

Ketiga varietas itu telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Sehingga tidak bisa diklaim milik daerah lain.

Dan disetujui disetujui oleh tim Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Widiarto Trisaksono, pihaknya semula mengusulkan 6 varietas lokal.

Yaitu sampurna ulir, grompol ulir, kenongo ZA, gombel cethok, gombel sedong dan gombel sembung.

Varietas yang diusulkan tersebut telah melalui berbagai prosedur. Mulai dari pengujian genetik, kemudian pemuliaan melalui eksplorasi dan seleksi.

Meliputi inventarisasi lalu pemurnian individu terpilih dan uji multilokasi (UML) selama beberapa tahun.

Diuji coba tanam di dataran rendah, tengah maupun di dataran tinggi.

Lokasi tanam di wilayah Pakis, Windusari, Ngluwar, Tegalrejo dan Mungkid. Pengujian ketahanan terhadap penyakit juga dilakukan. Agar varietas yang diusulkan benar-benar unggul.

“Pelepasan varietas unggul lokal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas,  mutu dan pendapatan petani,”tuturnya.

Menurutnya, tembakau sampurna ulir mempunyai keunggulan indeks tanaman 86,76 berkadar nikotin 3,83  persen dengan produktivitas rajangan kering rata-rata 1.236 kg/ha.

Varietas ini tahan terhadap penyakit lanas dan tahan terhadap penyakit layu bakteri.

Sedangkan tembakau gombel sembung memiliki keunggulan indeks tanaman 60,52 berkadar nikotin 3,45 persen dengan produktivitas rajangan kering rata-rata 786,97 kg/ha.

Varietas ini moderat tahan terhadap penyakit lanas dan tahan terhadap penyakit layu bakteri.

Untuk grompol ulir, indeks tanaman 81,04 berkadar nikotin 3,49 persen dengan produktivitas rajangan kering rata-rata 1.157 kg/ha.

Varietas tembakau ini termasuk rentan terhadap penyakit lanas dan moderat tahan terhadap penyakit layu bakteri.

Hasil tersebut berdasarkan pengujian yang diadakan selama dua tahun. Saat ini varietas-varietas tersebut sudah ditanam di beberapa tempat.

 Satu Batang Bisa Menghasilan 40 Daun

 Varietas gombel sembung mulai ditanam pada bulan Maret-April 2024. Lokasinya di wilayah Dusun II Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Ditanam di area seluas 3 hektare di 3 lokasi di dusun tersebut.

Varietas yang diluncurkan Dinas Pertanian dan Pangan (Distan Pangan) Kabupaten Magelang tersebut tumbuh subur.

Daunnya lebar dan besar. Jarak daun antara helai satu dengan yang lain lebih dekat. Sehingga produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lain.

Ketua Kelompok Tani Subur Dusun Gugu II Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Madiyo mengatakan pada Agustus  sudah mulai panen.

Varietas baru ini cocok ditanam di Dusun Gugu II di ketinggian 1.200 mdpl. Terbukti dari penampangan tanaman sangat bagus.

“Daun gombel sembung bisa sampai 40 helai satu batang.  Ini lebih banyak dibandingkan jenis lain. Jarak antarhelai daun berdekatan,”tutur bapak dua anak itu.

Karena jumlah helai daun lebih banyak, panen bisa sampai 13 kali petik. Dengan jarak petik satu minggu. Sehingga diharapkan produktivitas panen gombel sembung lebih banyak dibandingkan varietas lain.

Terlebih bila pada bulan Juli sampai September mendatang, cuaca panas tanpa hujan, dipastikan hasil panen akan baik.

“Kalau hama biasanya ada ulat dan kutu banci. Namun itu bisa diatasi dengan disemprot obat,”imbuh Madiyo yang juga mantan Kadus Gugu II itu.

Pada panen kali ini, akan dipilih yang terbaik sebanyak 900 batang untuk dijadikan bibit. Sisanya bisa dipetik seperti biasa.

Tanaman yang dipilih untuk bibit, pucuk daunnya dibiarkan tumbuh, hingga berbunga. Bijinya akan ditanam lagi menjadi bibit.

Dikatakan Madiyo, para petani optimistis akan mendapatkan panen yang bagus dari gombel sembung ini.

Pemerintah juga mendukung petani dengan bantuan obat-obatan, pupuk, benih kemudian peralatan pertanian. Seperti angkutan roda 3, alat perajang dan hand sprayer. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#varietas tembakau #dinas pertanian dan pangan kabupaten magelang #tembakau #Kabupaten Magelang #Gombel sembung