Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Pentingnya Mengetahui Cara Menyikat Gigi yang Benar

Puput Puspitasari • Kamis, 13 November 2025 | 00:10 WIB
Nasywa Anggie Putri Alfiyanto, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
Nasywa Anggie Putri Alfiyanto, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga

Oleh: Nasywa Anggie Putri Alfiyanto

RADARMAGELANG.ID--Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah menyikat gigi. Aktivitas ini penting untuk menjaga kebersihan mulut dan mencegah bau mulut.

Oleh karena itu, semua orang, dari anak-anak hingga orang dewasa, perlu mengetahui cara menyikat gigi yang benar. Namun, banyak anak sekolah dasar di Indonesia yang belum memahami cara menyikat gigi dengan benar.

Padahal, kebiasaan menyikat gigi sejak dini penting untuk mencegah penyakit gigi seperti karies dan radang gusi. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang teknik menyikat gigi yang benar menjadi salah satu penyebab utama tingginya kasus gigi berlubang pada anak-anak.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 dari Kementerian Kesehatan RI, tercatat lebih dari 90 persen anak usia sekolah mengalami masalah gigi dan mulut. Sekitar 70 persen di antaranya tidak menyikat gigi dengan cara yang benar. Hanya sekitar 2,8 persen anak Indonesia yang menyikat gigi dengan cara yang tepat dan waktu yang sesuai yaitu dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam sebelum tidur.

Selain itu, penelitian dari Universitas Indonesia (2021) menyebutkan bahwa sebagian besar anak usia 6-12 tahun tidak mengetahui arah gerakan menyikat gigi yang benar. Seringkali mereka melewatkan bagian gigi belakang yang justru paling rentan terhadap penumpukan plak.

Rendahnya pemahaman cara menyikat gigi yang benar di kalangan anak sekolah dasar dapat disebabkan karena kurangnya edukasi dari lingkungan keluarga. Masih banyak orang tua yang belum memberikan contoh cara menyikat gigi yang benar kepada anaknya. Kebanyakan dari orang tua hanya menekankan tentang pentingnya menggosok gigi dua kali sehari, tanpa mengarahkan bagaimana cara dan kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

Akibatnya, banyak anak yang tumbuh dengan menyikat gigi secara salah tanpa mengetahui bahwa cara mereka menggosok gigi masih belum tepat, sehingga pembersihan rongga mulut menjadi tidak maksimal, bahkan dapat menimbulkan masalah baru.

Selain lingkungan keluarga, sekolah juga dapat menjadi penyebab minimnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap cara membersihkan gigi dan mulut.  

Sekolah dasar jarang ada yang memberikan penyuluhan tentang cara menjaga kesehatan gigi yang baik. Anak sekolah dasar juga lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji yang buruk untuk kesehatan gigi. Di beberapa daerah, akses pelayanan dokter gigi juga masih belum optimal, sehingga pemeriksaan rutin jarang dilakukan.

Kurangnya pemahaman terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi pada anak-anak berakibat pada meningkatnya kasus karies gigi. Proses terjadinya karies bermula ketika sisa makanan yang menempel di gigi berubah menjadi plak dan dijadikan tempat tinggal oleh bakteri Streptococcus mutans. Bakteri Streptococcus mutans akan menghasilkan cairan asam yang membuat lapisan email gigi rusak dan terbentuklah karies.

Anak yang mengalami karies gigi juga akan merasa terganggu dalam menjalani aktivitas belajarnya karena rasa nyeri yang dialami. Karies pada gigi susu juga dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen di bawahnya. Karies yang tidak ditangani sejak dini bisa berkembang lebih parah. Bakteri jika menjalar hingga ke saraf lalu terjadi infeksi dapat mengenai benih gigi permanen dan mengganggu proses tumbuhnya. Akibatnya, gigi permanen bisa tumbuh tidak sempurna.

Jadi, bagaimana cara menyikat gigi yang benar, terutama untuk anak-anak ? Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Pilihlah sikat gigi dengan kepala kecil, bulu halus, dan pegangan yang nyaman.

Gunakan pasta gigi seukuran biji jagung atau setengah ruas jari kelingking. Langkah pertama dalam menyikat gigi adalah berkumur dengan air bersih. Kemudian, sikat gigi depan dengan menggosok dari arah gusi (merah) ke arah gigi (putih).

Sikat gigi samping kanan dan kiri dengan gerakan membulat. Selanjutnya, sikat bagian dalam gigi samping dan depan dengan gerakan mencungkil. Permukaan gigi geraham dan lidah disikat dari dalam ke luar. Akhiri dengan berkumur menggunakan air.

Setelah rutin menyikat gigi dengan cara yang benar, jangan lupa untuk memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi kerusakan dan mencegah penumpukan plak. Jangan lupa juga mengganti sikat gigi setiap 3 bulan agar bakteri tidak menumpuk.

Selain itu, kurangi konsumsi makanan keras seperti es batu, makanan cepat saji, dan makanan yang tinggi gula seperti permen. Makanan-makanan ini tidak baik untuk gigi, sebaliknya, perbanyak konsumsi buah dan sayur karena mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan gigi. (*/aro)

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga

Editor : H. Arif Riyanto
#menggosok gigi #universitas airlangga #Kedokteran Gigi #menyikat gigi #sikat gigi