Oleh: Dr. Drs. Hari Wahyono, M.Pd.
Mata kuliah Bahasa Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang memiliki peran strategis dalam membentuk keterampilan komunikasi taruna.
Bahasa Indonesia dipelajari tidak hanya sebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga sarana penyampaian ide secara jelas, logis, dan efektif. Taruna Akmil Magelang dituntut menguasai Bahasa Indonesia agar mampu menulis laporan, makalah, maupun karya ilmiah dengan baik.
Dengan demikian, penguasaan Bahasa Indonesia menjadi bekal penting bagi taruna dalam menjalankan tugas akademik maupun tugas kedinasan.
Bekal penting berupa kemampuan menulis dalam Bahasa Indonesia melatih taruna untuk berpikir sistematis dan analitis.
Melalui keterampilan menulis, taruna dapat menuangkan gagasan secara runtut sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Penguasaan keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia akan mendukung profesionalisme taruna sebagai calon perwira.
Profesionalisme taruna juga ditentukan oleh keterampilan berbicara menggunakan Bahasa Indonesia. Keterampilan berbicara dalam Bahasa Indonesia sangat penting ketika taruna melakukan presentasi, diskusi, maupun saat memberikan instruksi.
Pembentukan kepemimpinan taruna semakin kuat apabila didukung oleh keterampilan retorika dalam Bahasa Indonesia. Dalam situasi formal maupun informal, keterampilan retorika membuat taruna mampu memengaruhi mitra bicara dengan tepat.
Pemimpin yang komunikatif tidak hanya andal berbicara, tetapi juga cermat dalam membaca dan memahami teks berbahasa Indonesia.
Kemampuan membaca kritis dalam Bahasa Indonesia memungkinkan taruna memahami peraturan, literatur akademik, maupun doktrin militer dengan lebih baik. Keterampilan membaca ini membantu taruna dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat.
Pendidikan yang menekankan keterampilan menulis laporan dalam Bahasa Indonesia juga menanamkan disiplin berbahasa.
Disiplin berbahasa berarti taruna terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia yang benar, yaitu sesuai aturan ejaan, tanda baca, dan struktur kalimat. Kebiasaan ini akan membentuk karakter taruna yang teliti, cermat, dan teratur dalam menyampaikan informasi.
Dengan demikian, disiplin berbahasa Indonesia berkontribusi besar terhadap ketegasan komunikasi di lingkungan militer.
Komunikasi di lingkungan militer yang tegas dan jelas akan mendukung keberhasilan tugas operasi.
Dalam situasi darurat, penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat sangat membantu mengurangi kesalahpahaman instruksi.
Taruna yang terbiasa dengan ketepatan Bahasa Indonesia akan lebih siap menghadapi situasi kritis di lapangan. Oleh karena itu, ketepatan berbahasa Indonesia bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga keterampilan strategis dalam operasi militer.
Operasi militer membutuhkan pemimpin yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat dalam keterampilan komunikasi Bahasa Indonesia.
Pemimpin yang mampu menguasai Bahasa Indonesia dengan baik akan lebih mudah menjalin hubungan dengan masyarakat.
Bahasa Indonesia berperan penting sebagai bahasa persatuan yang menjembatani interaksi antara TNI dan rakyat.
Dengan begitu, penguasaan Bahasa Indonesia menjadikan perwira lebih dekat dengan masyarakat yang dilayani.
Masyarakat menaruh harapan besar pada lahirnya perwira TNI AD yang profesional, humanis, dan komunikatif melalui penguasaan Bahasa Indonesia.
Akademi Militer Magelang berkomitmen menjadikan mata kuliah Bahasa Indonesia sebagai fondasi pembentukan perwira yang cerdas dan berkarakter.
Dengan keterampilan menulis, berbicara, membaca, dan beretorika, taruna dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.
Akhirnya, mata kuliah Bahasa Indonesia di Akademi Militer Magelang bukan sekadar pelajaran, melainkan investasi strategis untuk mencetak perwira tangguh yang mampu berkomunikasi efektif demi bangsa dan negara. (lis)
* Guru Militer Akmil, Dosen di Untidar, Universitas Terbuka, Akatirta dan
Kepala Perpustakaan Untidar
Editor : Lis Retno Wibowo