Oleh : Bekti Yuniyanti, Mundarti, Arfiana*
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan kegiatan yang difasilitasi oleh bidan untuk meningkatkan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat agar merencanakan persalinan yang aman.
P4K dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu pendataan ibu hamil dan penempelan stiker P4K. Program ini merupakan upaya untuk menurunkan AKI dan AKB di Indonesia yang masih tinggi (Depkes, 2009 dalam Dahlia, 2024).
Penyebab nonmedis karena 3 keterlambatan, yaitu terlambat memutuskan, terlambat sampai fasilitas kesehatan dan terlambat mendapat pertolongan yang tepat dan memadai (Ketut Suarayasa, 2020).
Keterlambatan ini dapat diminimalisasi dengan persiapan persalinan yang tepat.
Penempelan stiker P4K sangat penting, agar masyarakat sekitar mengetahui keberadaan ibu hamil dan membantu segera jika terjadi komplikasi. Namun sebanyak 50,7 persen tidak menempel stiker P4K pada bagian depan rumah (Asniwaty, Saufa Yarah, Yuli Zuhkrina, 2024).
Keberadaan bidan sangat dibutuhkan untuk menyiapkan setiap ibu hamil mampu merencanakan persalinannya bersama dengan suami, keluarga dan masyarakat.
Kader sebagai bagian dari masyarakat sangat dibutuhkan keberadaannya untuk mendampingi ibu hamil di wilayahnya.
Stiker P4K memuat identitas ibu hamil, taksiran persalinan rencana tempat melahirkan, penolong persalinan, siapa calon pendonor darah, dan transportasi yang akan digunakan.
Peran kader adalah bagian tidak terpisahkan dengan ibu hamil. Peran kader melakukan pendataan ibu hamil di wilayahnya, selain itu memastikan ibu hamil menempel stiker P4K pada tempat yang tepan.
Namun, karena cukup banyak ibu hamil tidak menempel stiker P4K, sehingga tidak dapat memantau secara langsung setiap ibu hamil diwilayahnya.
Aplikasi “Ibu Sehat“ adalah aplikasi tentang P4K yang memudahkan bidan dan kader untuk melakukan pendataan ibu hamil dan memantu secara langsung perencanaan persalinan.
Penggunaan aplikasi “Ibu Sehat“ cukup dengan HP/Android untuk akses dan mengisi, dapat digunakan kapan saja dan di mana saja dengan mudah. Kader akan memasukkan data ibu hamil meliputi :
- Identitas ibu hamil : nama, golongan darah, no telepon/HP, alamat, dan tanggal perkiraan persalinan.
- Rencana tempat persalinan
- Rencana penolong persalinan
- Kendaraan yang digunakan
- Data pendonor darah meliputi: nama, no telepon/HP, alamat
Selanjutnya bidan/kader dapat memantau ibu hamil setiap bulan. Akan tampak jumlah ibu hamil yang tanggal perkiraan persalinannya pada bulan tersebut. Bidan/kader juga dapat melengkapi data apabila ada perubahan data.
Aplikasi “Ibu Sehat“ telah disosialisasikan kepada kader di Desa Kalijoso, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan edukasi kepada kader tentang tanda bahaya persalinan dan P4K.
Harapannya kader dapat melakukan pendampingan dengan baik kepada ibu hamil dan keluarga dalam perencanaan persalinan yang aman.
Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan penggunaan aplikasi “Ibu Sehat“. Langkah pertama adalah mengakses tinyurl.com/ibusehatapps dalam HP/Android. Lalu kader dapat memasukkan data ibu hamil satu per satu.
Evaluasi yang dilakukan berupa peningkatan pengetahuan kader dan keterampilan kader mengisi data ibu hamil pada aplikasi “Ibu Sehat“. Harapannya agar ada keberlanjutan pemanfaatan aplikasi ini dengan dukungan dari bidan wilayah. (web/lis)
Dosen Prodi Kebidanan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang
Editor : Lis Retno Wibowo