Oleh : Welyana Yosie Puspitasari
Inflasi yaitu proses meningkatnya harga secara terus-menerus. Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan perekonomian sehingga berakibat naiknya tingkat harga barang dan jasa dan menyebabkan tingkat kemiskinan meningkat.
Inflasi kerap dikaitkan dengan krisis moneter. Inflasi juga disebut menjadi salah satu dampak dari krisis moneter. Secara teori inflasi disebabkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen.
Perubahan Indeks Harga Konsumen dalam suatu periode waktu dapat memberi gambaran mengenai tingkat kenaikan terhadap barang dan jasa yang disebut inflasi maupun tingkat penurunan yang disebut deflasi. Inflasi juga terdapat dalam beberapa jenis. Menurut sifatnya terbagi menjadi 4 jenis yaitu inflasi rendah, menengah, berat, sangat tinggi atau hiperinflasi.
Inflasi yang sangat tinggi atau biasa disebut (hyperinflation) merupakan inflasi memiliki ciri yaitu naiknya harga secara terus-menerus dan drastis hingga angkanya berada di atas persentase 100 %. Inflasi dapat diukur dengan cara menghitung tingkat perubahan pada sebuah indeks harga.
Inflasi di Indonesia kini masih menjadi problematik pada teori ekonomi makro yang membuat resah pemerintah termasuk masyarakat. Angka inflasi saat ini di Indonesia masuk ke dalam kategori yang cukup tinggi. Inflasi di Indonesia telah memasuki fase hiperinflasi atau yang biasa disebut inflasi sangat tinggi.
Perlu dilakukan pengendalian inflasi di tanah air. Di Indonesia pemerintah telah menerapkan metode pendekatan dalam segi moneter untuk usaha pengendalian tingkat harga umum.
Inflasi di Indonesia bukan hanya masalah jangka pendek, namun juga masalah jangka yang panjang. Inflasi di Indonesia pada Januari 2023 diketahui sebesar 5,28 persen dan termasuk lebih rendah dibanding sebelumnya yaitu 5,51 persen.
Pemerintah telah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara untuk membantu pengelolaan inflasi agar inflasi berada dalam batas yang normal. Inflasi inti disebut telah turun menjadi 3,27 persen dari presentase 3,36 persen pada tahun 2022.
Kinerja inflasi dapat berasal dari penurunan inflasi dalam kebutuhan pakaian, tempat tinggal dan juga rekreasi. Sedangkan inflasi di kabupaten/kota, seperti di Kabupaten Magelang masih dapat dikatakan terkendali karena telah melakukan upaya-upaya, seperti mengalokasikan dana BTT (belanja tidak terduga) untuk bantuan sosial atas dampak yang diterima masyarakat dari kenaikan BBM.
Inflasi sangatlah berdampak pada kehidupan masyarakat. Masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat terkena imbas karena tidak dapat menjangkau harga barang yang telah mengalami kenaikan sehingga mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup.
Upaya untuk menekan harga demi mengurangi inflasi akan mengakibatkan pengangguran. Inflasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan pendapatan masyarakat berkurang karena harga barang yang semakin mahal, sehingga standar hidup masyarakat akan semakin turun.
Situasi seperti demikian bisa sangat merugikan masyarakat. Inflasi juga dapat mempengaruhi distribusi pendapatan dalam perekonomian. Pengendalian inflasi dapat dilakukan guna mengatasi inflasi yang dapat memberi dampak buruk pada kehidupan masyarakat.
Pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan menetapkan target inflasi, menekan permintaan, memperbaiki infrastruktur yang buruk untuk meningkatkan produktivitas, ataupun upaya lainnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya pengendalian inflasi untuk kehidupan masyarakat yang sejahtera. (*/lis)
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar
Editor : Lis Retno Wibowo