RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Pemerintah Kabupaten Wonosobo menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga hampir 6 persen pada 2027.
Selain itu pemerintah daerah menetapkan sejumlah indikator kinerja utama.
Di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,50–5,90 persen, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi 72,78, serta penurunan angka kemiskinan hingga kisaran 12,96–13,33 persen.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, target tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang berfokus pada modernisasi sektor pertanian serta penguatan pariwisata berkelanjutan.
Menurut Afif, pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Wonosobo sehingga perlu didorong agar lebih produktif dan memiliki nilai tambah.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga dipandang sebagai penggerak ekonomi daerah yang harus dikelola secara berkelanjutan agar tetap menjaga kelestarian alam dan budaya.
“Pariwisata adalah wajah daerah kita yang harus dikelola secara bijak agar tetap berkelanjutan sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Afif, dalam musrenbang penyusunan RKPD 2027 di Gedung Sasana Adipura, pekan lalu.
Afif menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren membaik.
Pertumbuhan ekonomi Wonosobo meningkat dari 3,68 persen pada 2021 menjadi 5,02 persen pada 2025.
Indeks pembangunan manusia juga meningkat dari 68,43 pada 2021 menjadi 71,50 pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,26 persen menjadi 3,99 persen pada periode yang sama.
Angka kemiskinan di Wonosobo juga tercatat menurun dari 17,67 persen pada 2021 menjadi 13,34 persen pada 2025.
Menurut Afif, capaian tersebut menunjukkan kebijakan pembangunan yang dijalankan mulai memberikan dampak bagi masyarakat. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo