Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dinas Kesehatan Wonosobo Gencarkan Pemeriksaan Bahan Berbahaya di Menu Takjil Puasa

Lis Retno Wibowo • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:27 WIB

Petugas dari Dinkes Wonosobo memantau makanan yang dijual di pujasera kompleks Al Mansyur.
Petugas dari Dinkes Wonosobo memantau makanan yang dijual di pujasera kompleks Al Mansyur.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo memantau keamanan pangan di sejumlah pujasera dan pasar tradisional selama Ramadan. Pemantauan ini untuk memastikan makanan dan minuman -khususnya takjil- aman dikonsumsi.

Salah satu lokasi yang dipantau pujasera kompleks Al-Mansyur, pada Kamis (5/3/2026). Petugas mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji guna memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.

 Koordinator Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan Dinkes Wonosobo, Sutriatmoko menjelaskan pemantauan keamanan pangan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama Ramadan.

Mencakup pengambilan sampel makanan dari pujasera yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo serta beberapa pujasera di pusat kota.

“Kami melakukan uji sampel terhadap bahan-bahan yang berpotensi membahayakan. Seperti boraks, formalin, pewarna Rhodamin B, serta Methanil Yellow yang sering disalahgunakan pada makanan,” ujar Sutriatmoko.

 Dari hasil pengujian yang dilakukan, Dinkes Wonosobo memastikan seluruh sampel makanan yang diperiksa dari pujasera dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

 “Alhamdulillah, dari sekitar 72 sampel yang diuji, tidak ditemukan adanya bahan berbahaya. Seluruhnya aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinkes juga memantau dan uji keamanan pangan di sejumlah pasar tradisional.

Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. Meski demikian, secara umum kondisi keamanan pangan di wilayah Kabupaten Wonosobo masih dalam kategori aman.

Selain melakukan pengujian sampel makanan, Dinkes juga melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) secara berkala. Kegiatan ini untuk memastikan makanan yang dijual tidak terkontaminasi oleh lingkungan sekitar serta diproses secara higienis.

Setiap gerobak atau gerai pedagang yang telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan akan diberikan stiker sebagai tanda bahwa lokasi tersebut telah melalui pemeriksaan IKL.

Sementara itu, staf Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan Dinkes Wonosobo, Rizal Dwi Saputra, mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih makanan, terutama produk pangan kemasan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin edar atau informasi pada label, serta Tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk makanan kemasan.

 Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan aspek higiene dan sanitasi saat membeli makanan di pedagang kaki lima atau pujasera. Misalnya dengan memastikan tempat berjualan bersih, tidak berada dekat dengan tempat sampah, serta memperhatikan tampilan makanan.

 “Perhatikan juga warna makanan. Jika warnanya terlalu mencolok atau tidak wajar, masyarakat perlu lebih berhati-hati karena hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya penggunaan pewarna berbahaya,” jelasnya.

Rizal juga menjelaskan beberapa ciri sederhana yang dapat dikenali masyarakat untuk mendeteksi makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Misalnya, makanan yang mengandung boraks biasanya memiliki tekstur sangat kenyal dan cenderung keras sehingga sulit dipotong. Serta terasa asin dan agak pahit di tenggorokan. Bahan ini kerap ditemukan pada bakso, ikan asin, atau makanan olahan berbahan tepung.

Sementara, makanan yang mengandung formalin biasanya berbau menyengat, tampak lebih basah atau berminyak, dan cenderung tidak disukai oleh serangga maupun hewan.

 Adapun pewarna berbahaya seperti Rhodamin B umumnya memiliki warna merah atau merah muda yang sangat mencolok dan tidak merata. Sedangkan Methanil Yellow memberikan warna kuning cerah yang tidak alami.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar bahan pangan yang beredar di pasar maupun pujasera tetap aman dikonsumsi masyarakat,”pungkasnya. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pantauan jajanan #Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo #takjil #konsumen #pujasera #keamanan pangan