RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Peredaran minuman keras dan maraknya petasan menjadi perhatian utama kepolisian selama Ramadan 1447 H.
Polres Wonosobo menegaskan akan memperketat pengawasan dan penindakan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan mengatakan potensi gangguan kamtibmas pada bulan puasa cenderung meningkat, terutama pada malam hingga dini hari.
“Petasan ini bukan sekadar suara bising. Dampaknya nyata. Korban bisa mengalami luka berat bahkan permanen. Ini yang harus dipahami masyarakat,” ujarnya seusai menggelar acara buka bersama dan pemberian bantuan sosial, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, adanya peristiwa ledakan petasan di Kecamatan Kertek beberapa waktu yang lalu bisa jadi pelajaran bersama.
Terlebih saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami masalah tersebut mengingat sebagian bahan petasan diperoleh melalui transaksi daring.
Di saat bersamaan, langkah preventif diperkuat melalui operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) setiap malam, melibatkan seluruh polsek dengan patroli blue light hingga menjelang sahur.
Selain petasan, peredaran minuman keras juga menjadi fokus pengawasan. Polres bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkomitmen menekan penjualan miras selama Ramadan.
“Kami tidak ingin ada penjualan miras yang memicu gangguan ketertiban. Ini komitmen bersama,” katanya.
Ia menegaskan, penindakan akan dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti mengedarkan miras maupun bahan peledak ilegal.
Namun, pendekatan persuasif tetap dikedepankan melalui program Sobo Wargo, di mana jajaran kepolisian turun langsung ke masyarakat memberikan imbauan kamtibmas.
Pihaknya berharap kombinasi langkah pencegahan dan penegakan hukum itu mampu menekan potensi gangguan keamanan.
Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman hingga Idul Fitri. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo