RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo mempercepat reaktivasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga kurang mampu.
Terutama bagi pasien penyakit kronis, agar layanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan mengatakan proses reaktivasi kepesertaan terus berjalan dan dikebut lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kita proses reaktifkan terus, reaktivasi terus berjalan,” ujarnya.
Menurut dia, perhatian utama diberikan kepada pasien dengan terapi rutin seperti cuci darah, thalasemia, dan kanker.
Dinkes berkoordinasi untuk melakukan identifikasi kasus-kasus kronis agar tidak sampai terhenti layanannya akibat status kepesertaan yang nonaktif.
“Kasus-kasus kronis yang rutin terapi itu kita data. Kalau masih aktif, alhamdulillah. Yang belum aktif, itu yang kita reaktivasi,” katanya.
Selain mengandalkan skema pembiayaan pemerintah daerah melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang saat ini tengah disiapkan, Pemkab juga membuka jejaring dukungan sosial.
Koordinasi dilakukan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta lembaga filantropi rumah sakit.
Dinkes, kata Jaelan, telah berkomunikasi dengan Direktur Rumah Sakit PKU yang memiliki program Taman Sosial (Tamsis) dan untuk membantu pembiayaan layanan mendesak.
“Intinya untuk layanan-layanan penting, kita tidak ingin ada yang terhenti,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial, sebanyak 55.000 kepesertaan telah direaktivasi.
Pada Februari, tercatat lebih dari seribu peserta kembali aktif, dengan 11.000 lainnya masuk dalam daftar prioritas utama.
Proses pembaruan data dilakukan secara intensif sejak 1 hingga 11 Februari melalui koordinasi dengan pemerintah desa.
Admin desa dilibatkan untuk memperbarui dan memvalidasi data warga yang membutuhkan.
Upaya ini melibatkan sejumlah OPD, mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Pemerintah daerah, kata dia, terus bergerak agar tidak ada warga yang kehilangan akses layanan kesehatan akibat persoalan administrasi. “Kita terus bergerak bersama,” tandasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo