RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Pembangunan jalur Lingkar Sumbing di Kabupaten Wonosobo telah selesai. Pemerintah menyelesaikan proyek tersebut melalui kegiatan Inpres Jalan Tahun 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyebut jalan yang terbangun memiliki panjang 3,3 kilometer dengan lebar badan jalan 5,5 meter sesuai standar.
“Ya, di jalur lingkar Sumbing sudah selesai melalui kegiatan inpres jalan tahun 2025. Panjangnya 3,3 kilometer yang sudah dibangun, dengan lebar badan jalan 5,5 meter, merupakan lebar standar,” kata Nurudin saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Nurudin menyampaikan, kondisi jalur tersebut kini menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pembangunan. Ia menilai pemandangan di kawasan tersebut terlihat indah.
Namun, Nurudin juga menegaskan sebagian jalur lingkar Sumbing masih memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi. Lebih dari 30 persen jalur tersebut masuk kategori rawan longsor.
“Jadi hari ini (kemarin, Red) kelihatan, sebelum dan sesudahnya seperti apa dan pemandangannya begitu indah. Namun memang, perlu kami sampaikan, Kabupaten Wonosobo itu hampir semuanya berada pada kondisi rawan bencana longsor, dari sedang hingga tinggi,” ujar Nurudin.
Meski badan jalan telah selesai, Nurudin mengakui tingkat kerawanan longsor di jalur tersebut, tinggi. DPUPR memasang rambu-rambu peringatan di lokasi rawan.
“Kemudian yang penting lagi, tidak semua berbasis konstruksi. Kami sudah perintahkan untuk segera melakukan kegiatan penanaman bersama. Tanaman-tanaman yang mampu menahan erosi,” kata Nurudin.
Nurudin menambahkan, DPUPR terus melakukan penanganan lanjutan di jalur lingkar Sumbing.
Mulai dari pemasangan rambu peringatan, perbaikan drainase, hingga penataan alur air di kawasan tebing. Serta mendorong penanaman vegetasi untuk menahan erosi di titik-titik rawan longsor. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo