Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jembatan Muncar Hubungkan Ngadikusuman-Tlogodalem Sapuran Putus, Akses Warga Terhambat

Lis Retno Wibowo • Senin, 15 Desember 2025 | 00:32 WIB
Warga gotong royong membuat jembatan darurat dari bambu agar bisa dilewati masyarakat.
Warga gotong royong membuat jembatan darurat dari bambu agar bisa dilewati masyarakat.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Jembatan Muncar di jalur penghubung Ngadikusuman–Tlogodalem, Kecamatan Sapuran, ambruk pada Kamis (11/12/2025) siang.

Ambruknya jembatan membuat lalu lintas tak bisa melintas. Padahal, jalur tersebut selama ini menjadi nadi mobilitas warga, mulai dari pelajar, pedagang, hingga masyarakat umum.

Kepala Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Budiman, menyebut kerusakan jembatan sebenarnya sudah berlangsung lama.

Struktur bagian bawah jembatan terus terkikis dan tak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

“Sudah sekitar tiga tahun kondisinya melemah. Bagian bawah terkikis, tiap hari dilewati mobil. Akhirnya enggak kuat dan ambrol,” kata Budiman usai gotong royong, Minggu (14/12/2025). 

Ia menegaskan, ambruknya jembatan bukan dipicu cuaca ekstrem. Sehari sebelum kejadian, kondisi cuaca terbilang cerah.

Namun, lemahnya struktur, membuat jembatan tak lagi mampu bertahan.

“Ini jalan utama. Biasanya dipakai pelajar, pedagang, dan warga. Sekarang terpaksa ditutup total karena memang tidak ada jalur alternatif,” jelasnya.

Untuk menjaga aktivitas warga tetap berjalan, masyarakat setempat bergerak cepat.

Dengan bergotong royong, warga membangun jembatan darurat dari bambu agar akses tetap terbuka, meski terbatas.

Alhamdulillah antusiasme warga besar. Sementara hanya bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. Kalau mobil jelas belum berani,” tegas Budiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardiyanto, memastikan jembatan yang ambruk merupakan Jembatan Muncar dengan nomor aset 330705301. Jembatan tersebut memiliki panjang 8,7 meter dan lebar 4,2 meter.

“Usia jembatan sudah lebih dari 15 tahun. Saat ini dilakukan penanganan darurat bersama masyarakat dengan membuat jembatan bambu,” katanya.

Nurudin memastikan, perbaikan permanen jembatan Muncar sudah masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah. Pelaksanaan pembangunan dijadwalkan akan dilakukan pada awal tahun 2026.

“Kami pastikan perbaikan permanen akan segera dilaksanakan agar akses warga kembali normal,” tandasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#jembatan muncar #DPUPR Wonosobo #ambrol #Nurudin Ardiyanto #jembatan darurat