RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Anggaran belanja langsung untuk sektor infrastruktur di tahun 2026, semakin seret.
Pasalnya, pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat ke daerah sangat berdampak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto mengatakan besaran anggaran infrastruktur tahun 2026 diproyeksikan hanya Rp 70 miliar.
Turun hampir 30 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp 115 miliar.
Namun Adin menegaskan, penurunan anggaran tersebut tidak akan menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
Meski ruang fiskal semakin terbatas, pihaknya berkomitmen tetap memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.
“Anggaran memang lebih rendah. Tapi itu bukan hambatan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya Minggu (14/12/2025).
Dengan keterbatasan tersebut, DPUPR memilih strategi kolaboratif.
Tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur.
Ia mencontohkan, kesadaran gotong-royong masyarakat mulai tumbuh, mulai dari pembersihan saluran air hingga perbaikan jalan berskala kecil.
Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kepala desa melaporkan warganya siap bergotong-royong melakukan penambahan atau perbaikan jalan secara swadaya.
Terkait skala prioritas 2026, DPUPR bersama Bappeda telah menyusun daftar ruas jalan prioritas di setiap kecamatan.
Penanganan difokuskan pada ruas jalan kabupaten dengan lalu lintas harian (LHR) tertinggi, khususnya jalan antarkecamatan yang dimanfaatkan lebih banyak masyarakat.
“Dengan keterbatasan anggaran, tidak mungkin semua ruas jalan bisa ditangani. Maka prioritas kami adalah jalan antarkecamatan dengan LHR tertinggi,” tegasnya.
Sedikitnya, terdapat 15 ruas jalan antarkecamatan yang masuk prioritas penanganan pada 2026.
Sementara jalan antardesa dan antardusun akan ditangani secara selektif, menyesuaikan kondisi dan kemampuan anggaran.
Meski demikian, beberapa ruas strategis tetap menjadi perhatian utama.
Di antaranya ruas Jalan Abdurrahman Wahid di wilayah Kalianget, termasuk jalur mudik dan pariwisata, serta lingkar utara dan lingkar selatan Wonosobo yang ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026.
“Mohon dipahami, kecepatan pelayanan mungkin berkurang. Tapi kami memastikan prioritas tetap berjalan,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo