Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jalan Lingkar Selatan Kertek Dikebut, Seminggu Sebelum Lebaran Rampung: Urai Kemacetan di Pasar Kertek

Sigit Rahmanto • Senin, 8 Desember 2025 | 00:05 WIB
Kepala DPUPR Wonosobo Nurudin Ardiyanto meninjau jalan lingkar Selatan Kertek-Selomerto.
Kepala DPUPR Wonosobo Nurudin Ardiyanto meninjau jalan lingkar Selatan Kertek-Selomerto.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo mempercepat penyelesaian Jalan Lingkar Selatan Kertek demi mengurai kemacetan parah di kawasan Pasar Kertek.

Rencananya, H-7 Lebaran 2026 akses tersebut sudah bisa digunakan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menegaskan proyek strategis tersebut ditarget tuntas sebelum H-7 Lebaran 2026 dan siap difungsikan sebagai jalur alternatif utama.

Ia menjelaskan, pembangunan jalan lingkar itu sudah dimulai sejak 2024, dengan konstruksi satu jembatan, dilanjutkan dengan pembangunan jembatan kedua yang kini hampir rampung.

“Akhir tahun ini kami targetkan jembatan selesai, penyiapan badan jalan tuntas, saluran juga tuntas. Tahun 2026 tinggal pengaspalan sepanjang 400 meter saja,” ujarnya.

Jalur lingkar ini dilengkapi dua jembatan: Jembatan Kalipaat I dan Kalipaat II, yang menjadi titik penting terbukanya akses baru di sisi selatan Kertek.

Secara keseluruhan, ruas yang dibangun sepanjang 1 kilometer, dengan lebar badan jalan 8 meter.

“Ini merupakan upaya kami mengurangi kemacetan di Kertek dengan membuka ruas jalan baru. Saat ini hambatan terbesar arus mudik selalu terjadi di kawasan Pasar Kertek. Dengan jalur ini, kendaraan dari arah Selomerto menuju Wonosobo tidak perlu lagi melewati jalan nasional,” jelas Nurudin.

Jalur baru ini dapat menjadi alternatif kendaraan dari Purworejo–Wonosobo, terutama ketika terjadi kepadatan di titik pasar.

Meski masih terdapat beberapa penyempitan jalan di area permukiman Kertek, keberadaan lingkar selatan diyakini mampu memangkas beban lalu lintas yang selama ini menumpuk di ruas nasional.

Pembangunan dua jembatan dan badan jalan tersebut menggunakan skema pendanaan campuran dari APBD Kabupaten Wonosobo dan bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah.

“Tahun kemarin Rp 5,1 miliar, tahun ini tambahan Rp 3,5 miliar. Total untuk dua jembatan dan pekerjaan hingga tahap ini sudah lebih dari Rp 8,6 miliar,” ungkapnya.

Nurudin menambahkan, kendati pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2011, pekerjaan fisik baru bisa dimulai pada 2023–2024 karena menyesuaikan kesiapan anggaran.

Selain itu, dalam rangka Hari Bakti PU ke-80 dan HUT Korpri ke-54, DPUPR juga melakukan penanaman pohon jenis flamboyan di sepanjang jalur lingkar selatan.

“Ini bukan hanya soal menanam, tetapi memastikan pohon yang ditanam siap tumbuh. Ke depan seluruh ruas akan menggunakan jenis pohon yang sama agar estetika jalan seragam dan menciptakan ruang pertumbuhan baru di Kecamatan Kertek,” tegasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#mudik lebaran #jalan lingkar selatan kertek #Pasar Kertek #urai kemacetan #Nurudin Ardiyanto #target rampung