Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jalur Kaliwiro-Wadaslintang Rawan Ambles, Truk Muatan Berat Dilarang Melintas

Sigit Rahmanto • Selasa, 25 November 2025 | 16:31 WIB
Petugas memasang rambu larangan melintas untuk truk bermuatan berat di jalur Kaliwiro-Wadaslintang.
Petugas memasang rambu larangan melintas untuk truk bermuatan berat di jalur Kaliwiro-Wadaslintang.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Ancaman bencana tanah gerak kembali membayangi jalur utama penghubung Kecamatan Kaliwiro–Wadaslintang melalui Medono. Kondisi badan jalan yang terus menurun dan bergelombang membuat kendaraan bermuatan berat tak lagi aman melintas.

Bahkan, dalam beberapa kejadian, truk dan pikap bermuatan sering terjebak saat mencoba melintasi kawasan tersebut.

Melihat situasi yang semakin parah, tim gabungan dari Relawan Penanggulangan Bencana (RPB)–SAR Kaliwiro, Pemerintah Kecamatan, Koramil, dan Polsek Kaliwiro bergerak cepat dengan memasang sejumlah rambu larangan melintas bagi kendaraan muatan berat.

Pemasangan dilakukan pada Minggu (23/11/2025) pukul 16.00 di empat titik jalur masuk Medono. Yakni pertigaan Doplak, area Kantor Desa Medono, perbatasan Medono–Gumelar, serta Medono–Bendungan.

Koordinator RPB–SAR Kaliwiro, Habib, mengatakan larangan ini merupakan bentuk antisipasi dini mencegah terjadinya kecelakaan maupun kemacetan panjang akibat kendaraan terjebak di badan jalan yang ambles.

“Tanah gerak di jalur ini terus terjadi dan kondisi jalan terus memburuk. Banyak laporan kendaraan berat terguling ataupun tidak bisa meneruskan perjalanan. Karena itu, keputusan ini diambil demi keselamatan,” ujar Habib saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

Menurutnya, jalur Kaliwiro–Medono–Tirip menjadi akses penting bagi mobilitas warga di bagian selatan Wonosobo.

Jika jalur ini lumpuh, bukan hanya lalu lintas terganggu, namun juga distribusi logistik dan perekonomian masyarakat terdampak.

“Kami berharap pengguna jalan memahami situasi darurat ini. Saat ini truk dan kendaraan bermuatan besar wajib memilih jalur alternatif yang lebih aman,” tambahnya.

Selain memasang rambu, tim gabungan juga melakukan patroli rutin dan mengingatkan sopir yang masih nekat melintas agar memutar arah.

Aparat desa dan relawan lapangan diminta terus memantau perkembangan kondisi tanah, yang sewaktu-waktu bisa kembali bergerak terutama saat hujan deras turun.

Habib menambahkan, laporan terkait kerusakan jalan sudah diteruskan ke BPBD dan Pemkab Wonosobo untuk dilakukan penanganan jangka panjang.

Namun, mengingat wilayah tersebut merupakan zona rawan longsor, perbaikan memerlukan kajian teknis yang matang agar tidak sekadar tambal sulam.

“Penanganannya tidak bisa biasa saja karena struktur tanah terus bergerak. Harus ada langkah manajemen risiko lebih kuat agar jalur ini kembali layak dilalui,” tegasnya.

Melalui imbauan resminya, relawan mengajak masyarakat tetap berhati-hati dan waspada. Setiap pengguna jalan diminta memperhatikan kondisi sekitar, terutama retakan dan amblesan yang semakin meluas. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kaliwiro #BPBD #tanah bergerak #kendaraan berat #wadaslintang