Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Teriak Reformasi Polri, Massa di Wonosobo Desak DPR Dibubarkan

Lis Retno Wibowo • Minggu, 31 Agustus 2025 | 00:28 WIB
Aksi yang dilakukan Aliansi Rakyat Wonosobo Bersatu, Sabtu (30/8/2025) di pusat kota Wonosobo.
Aksi yang dilakukan Aliansi Rakyat Wonosobo Bersatu, Sabtu (30/8/2025) di pusat kota Wonosobo.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Wonosobo Bersatu menggelar aksi long march di pusat kota, Sabtu (30/8/2025).

Mereka bergerak dari Taman Selomanik menuju gedung DPRD Wonosobo, lalu berlanjut ke Kantor Bupati.

Aksi berlangsung dalam beberapa jam. Selain menggelar orasi, massa mendesak Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Ketua DPRD Eko Prasetyo HW, dan Kapolres untuk menandatangani pernyataan sikap.

Dokumen itu kemudian dikirim ke Senayan melalui kantor pos sebagai simbol tuntutan rakyat daerah untuk pemerintah pusat.

Tuntutan massa bukan perkara kecil. Mereka menekankan reformasi menyeluruh kepolisian dan pembubaran DPR.

Desakan itu mencuat setelah kasus tewasnya Affan Kurniawan dalam bentrok dengan aparat. Nama Affan terus disuarakan massa sebagai simbol korban kekerasan negara.

“Represif aparat adalah pengkhianatan terhadap konstitusi. Pasal 28E UUD 1945 jelas menjamin kebebasan berpendapat,” teriak Ahmad Nursoleh, koordinator aksi. Ia menegaskan, aksi di Wonosobo adalah bagian dari gelombang perlawanan moral rakyat terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Selain dua isu utama, massa juga membawa persoalan lokal. Mulai dari jalan rusak, pungutan liar di sekolah dasar dan menengah, kenaikan tarif puskesmas, hingga galian C di lereng Sindoro.

Semua itu mereka rangkai dengan isu nasional, termasuk penolakan terhadap RKUHP dan RKUHAP, serta desakan pembebasan massa aksi yang ditangkap di berbagai daerah.

Bupati Afif Nurhidayat menanggapi aksi itu dengan sikap terbuka. Menurutnya, kritik yang disampaikan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat merupakan bentuk kepedulian.

“Apa yang disampaikan menjadi evaluasi bagi kami, dan penting untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Afif juga menegaskan, Pemkab sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk memperbaiki infrastruktur, meski dilakukan bertahap.

Soal pungutan di sekolah, ia memastikan hal itu tidak boleh terjadi lagi karena sekolah dasar dan menengah sudah gratis.

Meski begitu, janji itu tidak menyurutkan suara massa. Aksi yang mereka sebut sebagai Solidaritas Kemanusiaan dan RIP Demokrasi tetap menggaungkan tuntutan besar, yakni adili polisi pembunuh Affan, bubarkan DPR, dan reformasi menyeluruh institusi kepolisian. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#dprd #ketua DPRD Eko Prasetyo HW #aksi massa #pernyataan sikap #massa #wonosobo #Desak #Bupati Afif Nurhidayat