RADARMAGELANG.ID, Wonosobo- Baru sehari dilantik, Ketua Askab PSSI Wonosobo Wahyu Nugroho langsung memantik gebrakan.
Ia menargetkan berdirinya sekolah sepak bola (SSB) di setiap kecamatan dan mendorong penggunaan teknologi video assistant referee (VAR) dalam kompetisi lokal.
Dua langkah ini dinilai Wahyu sebagai kunci membangun masa depan sepak bola Wonosobo yang lebih profesional, berintegritas, dan merata secara pembinaan.
“Kalau tiap kecamatan punya SSB, maka peluang anak-anak dari desa bisa ikut pembinaan akan makin terbuka. Ini memang berat, tapi jadi tanggung jawab utama kami,” tegas Wahyu usai pelantikan pengurus di Pendopo Bupati Wonosobo, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, jumlah SSB yang ada saat ini memang tergolong banyak, tetapi belum menjangkau semua wilayah.
Karena itu, ia menyiapkan pelantikan pengurus SSB tingkat kecamatan sebagai langkah konkret awal pasca pelantikannya.
Di sisi lain, Wahyu menyebut pembangunan stadion utama Wonosobo juga menjadi prioritas. Meski belum rampung seratus persen, ia menargetkan stadion bisa mulai digunakan tahun ini.
“Kami dorong percepatan, meski masih ada kekurangan seperti pencahayaan, kursi penonton, dan akses. Tapi tahun ini harus bisa dipakai,” tegasnya.
Wahyu juga menyampaikan usulan kepada Asprov PSSI Jateng agar kompetisi lokal di Wonosobo bisa menerapkan VAR. Langkah ini terbilang progresif mengingat teknologi tersebut belum umum di level kabupaten.
“Tujuannya bukan gaya-gayaan, tapi demi keadilan pertandingan. Kami ingin kompetisi yang bersih dan bisa dipercaya semua pihak, termasuk pemain dan penonton,” katanya.
Wahyu menegaskan, arah kepemimpinannya tidak hanya mengejar popularitas, tetapi ingin meninggalkan warisan berupa sistem pembinaan yang solid dan integritas pertandingan.
“Bukan soal tepuk tangan. Tapi kalau suatu saat ada final dan orang bilang ‘Itu pemain Wonosobo!’, itu lebih membanggakan buat kami,” ucapnya.
Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi, mengapresiasi gebrakan awal Wahyu. Ia menyebut Wonosobo sebagai daerah dengan potensi besar yang bisa bersaing di level provinsi hingga nasional.
“Asal infrastrukturnya dibenahi, pembinaan di Wonosobo sudah hidup, tinggal didorong lewat sarana yang layak,” ujarnya.
Menurutnya, stadion yang representatif akan berdampak pada atmosfer kompetisi dan juga pemasukan klub. “Kalau stadion nyaman, penonton datang, pendapatan naik, klub bisa rekrut pemain bagus. Itu efek domino,” tegasnya.
Asprov, kata dia, akan terus mendukung pembinaan yang sehat dan kompetisi yang profesional.
“Reformasi sepak bola nasional harus dimulai dari daerah. Kami dukung lewat regulasi dan kompetisi yang transparan,” pungkas Yoyok. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo