RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo terus mendorong penguatan sistem pemerintahan yang terukur dan berdampak.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading, Senin (22/4/2025).
Kegiatan yang digelar oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah ini menjadi bagian dari rangkaian penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Bimtek ini melibatkan perwakilan dari seluruh perangkat daerah, bagian di lingkungan setda, hingga jajaran kecamatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menekankan bahwa pemahaman terhadap konsep pohon kinerja bukan sekadar formalitas.
"Perencanaan yang tidak ditopang oleh struktur logis bisa menyebabkan program tak tepat sasaran, bahkan menimbulkan inefisiensi anggaran.
Imbasnya, sistem reward and punishment jadi timpang," tegasnya.
Menurut One Andang, pohon kinerja menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap aparatur memberikan kontribusi nyata dalam pencapaian target organisasi.
“Bukan hanya menyusun program, tapi memastikan dampaknya terasa,” lanjutnya.
Senada, Kepala Bagian Organisasi Setda Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan, menyampaikan bahwa penyusunan pohon kinerja dan cascading bertujuan menyelaraskan indikator kinerja dari tingkat organisasi, unit kerja, hingga individu.
“Kami ingin membangun pemahaman yang sama lintas perangkat daerah agar semua program punya arah yang jelas dan berdampak langsung,” ujarnya.
Untuk memperkuat materi, Pemkab menghadirkan tenaga ahli dari SmartID Universitas Brawijaya.
Para narasumber ini menyampaikan materi teknis penyusunan pohon kinerja secara komprehensif.
Melalui bimtek ini, Pemkab berharap mampu melahirkan perencanaan yang bukan hanya tertib secara administratif, tapi juga berorientasi hasil.
“Kita ingin visi pembangunan daerah bisa dicapai secara optimal, dengan kerja yang terarah dan efisien,” pungkas Zulfa.(git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo