Penghargaan ini diberikan Menteri Kesehatan melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit tidak menular dr. Cut Putri Arianie diterima oleh Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar di aula Siwabessy Gedung Prof. Sujudi, Kemenkes di Jakarta, Kamis (8/6).
Penghargaan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada 31 Mei. Dengan tema Kami Butuh Makan, Bukan Rokok.
Penghargaan diberikan kepada 34 lembaga dan oganisasi dari berbagai wilayah. Mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, tokoh masyarakat, dan perguruan tinggi yang dianggap berkomitmen dalam mendukung pengendalian konsumsi produk tembakau.
"Kabupaten Wonosobo menerima penghargaan karena telah menetapkan kebijakan KTR dengan peraturan kepala daerah," terang Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra, Dwi Erna Widayanti saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (9/6).
Penghargaan ini diberikan kepada Pemkab Wonosobo karena telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Khususnya di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Wonosobo. "Kita dianggap berkomitmen dalam mendukung KTR ini di seluruh wilayah kesehatan yang ada," terangnya.
Peraturan itu telah ditetapkan oleh bupati pada tahun 2022. Mulai dari klinik kesehatan, puskesmas hingga rumah sakit yang ada di Kabupaten Wonosobo.
Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar bersyukur atas penghargaan tersebut. "Kami ucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Tentu penghargaan ini adalah kado atas apa yang kita lakukan selama ini,"terang wakil bupati usai menerima penghargaan tersebut.
Pemerintah kabupaten akan terus bekerja melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Berkaitan dengan perbub ini Wabup Albar akan segera menetapkan tempat atau kawasan tanpa rokok. Mulai dari fasilitas kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, angkutan umum, tempat ibadah, tempat kerja dan tempat umum lainnya.
"Kami tidak melarang orang merokok. Tetapi kalau bisa keluar dari area atau tempat yang bebas asap rokok. Nanti kita akan atur lebih lanjut,"katanya.
Sementara itu, Wakil Menkes RI Dante Saksono Harbuwono mengapresiasi pemerintah daerah yang sudah menunjukkan komitmennya menerbitkan regulasi antirokok. Dia mengaku prihatin karena berdasarkan survei ada 70,2 juta orang di dunia yang merokok atau sekitar 34,5 persen dari penduduk dunia. (git/adv/lis) Editor : Lis Retno Wibowo