
RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Ribuan warga memadati Lapangan Wira Krida Taruna, Kecamatan Kaliwiro, Sabtu (22/8/2026).
Panggung pergelaran seni rakyat bertajuk Pentas Akbar "Barisan Hok-Ya" yang menyajikan atraksi seni Hok-Ya serta Tari Lengger tradisional itu menjadi magnet hiburan gratis sekaligus ruang silaturahmi bagi warga setempat.
Hadir dalam perhelatan tersebut Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, jajaran Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Wonosobo, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Isnaeni.
Acara dikemas secara maraton dalam dua sesi.
Yakni sesi siang pada pukul 13.30—17.30 dan berlanjut ke sesi malam mulai pukul 19.30 hingga usai.
Kemeriahan panggung makin terasa istimewa dengan adanya puluhan komunitas tari tradisional topeng lengger dari berbagai penjuru daerah yang melebur jadi satu untuk menyemarakkan acara.
Atmosfer membuncah kala irama karawitan dan dentum khas hok-ya berkumandang, dipadu alunan merdu waranggono Tinah yang mengiringi gerak gemulai lima penari lengger: Retno, Aisah, Sity, Reni, dan Happy.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi konsistensi para seniman dan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.
"Pemerintah daerah akan terus mendukung ruang-ruang kreatif seperti ini. Seni lengger dan hok-ya adalah kekayaan kebudayaan Wonosobo yang tidak boleh padam, dan panggung rakyat inilah wadah paling efektif untuk merekatkan kebersamaan warga," terangnya.



