Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Lingkar Selatan Kertek Wonosobo Dibuka, Kemacetan Kertek Diharapkan Terurai

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama jajaran masyarakat melintasi Jalan Lingkar Selatan Kertek yang diresmikan Senin (16/3/2026).
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama jajaran masyarakat melintasi Jalan Lingkar Selatan Kertek yang diresmikan Senin (16/3/2026).


Advertisement

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Jalan Lingkar Selatan Kertek (Jaliser) di Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek, mulai dioperasikan sejak Senin (16/3/2026).

Dibukanya jalur tersebut diharapkan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Kertek sekaligus memperlancar arus mudik 2026.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, setelah melalui proses yang cukup panjang.

Advertisement

Menurut Afif, kawasan Pasar Kertek merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang dinamis di Kabupaten Wonosobo. Mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas perdagangan yang tinggi di kawasan tersebut kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Karena itu, pemerintah daerah menghadirkan Jaliser sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan di sekitar pasar.

Jalur tersebut memiliki panjang 1,03 kilometer, lebar lima meter dan dilengkapi dua unit jembatan yang mendukung kelancaran akses kendaraan.

Advertisement

Afif menjelaskan, pembangunan jalur ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Prosesnya telah dimulai sejak tahun 2011 melalui pengadaan tanah dan penyiapan kawasan agar jalur tersebut dapat terwujud.

Afif juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sejak awal mendukung pembangunan tersebut, termasuk dalam proses pembebasan lahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menjelaskan, total anggaran pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek mencapai Rp12,5 miliar yang dilaksanakan secara bertahap sejak 2018 hingga 2026, di luar biaya pembebasan lahan yang  telah dilakukan pada 2011.

Di sepanjang jalur tersebut juga dibangun dua jembatan yang mendukung konektivitas jalan. Jalur ini menghubungkan ruas jalan Kertek–Selomerto dengan jalan nasional Wonosobo–Parakan.

Diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemudik yang melintas di wilayah tersebut. (rls/lis)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Wonosobo Perkuat Reformasi Desa, Perbaiki Kualitas Pelayanan

Pemkab Wonosobo Perkuat Reformasi Desa, Perbaiki Kualitas Pelayanan

Desa memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena desa paling dekat dengan masyarakat. Kualitas tata kelola pemerintahan desa akan berpengaruh terhadap kemudahan pelayanan.

Turunkan Angka Kemiskinan Kabupaten Wonosobo Diganjar Mandaya Awards 2026

Turunkan Angka Kemiskinan Kabupaten Wonosobo Diganjar Mandaya Awards 2026

Kerja keras Pemkab Wonosobo dalam mengentaskan persoalan warga miskin berbuah manis. Kabupaten Wonosobo menyabet penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam penurunan tingkat kemiskinan

Kebakaran Sumbing Rusak Pipa Air, 1.800 Warga Batursari Kledung Khawatir Terdampak

Kebakaran Sumbing Rusak Pipa Air, 1.800 Warga Batursari Kledung Khawatir Terdampak

Kebakaran hutan Gunung Sumbing tak hanya menyisakan kerusakan vegetasi. Warga Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Temanggung, kini menghadapi kekhawatiran terhadap pasokan air bersih. karena pipa air rusak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer