Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tarawih Keliling 15 Kecamatan di Wonosobo, Ajang Sapa Warga

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat (kiri) ketik membagikan musaf Alquran.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat (kiri) ketik membagikan musaf Alquran.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo ingin memastikan perjalanan Ramadan 1447 Hijriah dilalui tanpa gangguan kemananan.


Advertisement

Aksi premanisme, pencurian, kebakaran rumah harus diantisipasi sejak dini. 

Salah satu fokusnya adalah mencegah kebakaran dan tindak kriminalitas yang kerap terjadi saat rumah ditinggal salat tarawih.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir terdapat rumah terbakar akibat kelalaian pemilik yang lupa mematikan kompor atau lilin sebelum berangkat ke masjid.

Advertisement

“Kita pernah mengalami kejadian rumah ditinggal tarawih, ternyata kompornya belum dimatikan. Ada juga lilin yang lupa dipadamkan, lalu memicu kebakaran,” ujar Afif, Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan sering kali bermula dari hal-hal kecil yang dianggap sepele.

Padahal, dampaknya bisa sangat merugikan bagi korban. 

Advertisement

Selain potensi kebakaran, Pemkab Wonosobo juga mewaspadai aksi premanisme dan pencurian rumah kosong saat warga berbondong-bondong melaksanakan ibadah malam.

Momentum Ramadan, kata Afif, tidak jarang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

“Seharusnya bulan Ramadan dilakukan dengan penuh khidmat, ternyata ada oknum yang menggunakan itu untuk tujuan kejahatan.

Seperti perang sarung dan aksi bobol rumah. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya bisa kita hindari,” terangnya. 

Untuk itu, pemerintah daerah akan menggelar tarawih keliling (tarling) di sejumlah titik yang tersebar di 15 kecamatan.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Tarawih keliling ini bagian dari upaya kami menyapa warga sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting.

Kami ingatkan untuk memastikan rumah terkunci, kompor dimatikan, listrik aman sebelum berangkat ibadah,” katanya.

Afif menilai, pendekatan langsung di masjid-masjid lebih efektif karena pesan dapat disampaikan dalam suasana religius dan kebersamaan.

Ia berharap, melalui tarling, kesadaran kolektif masyarakat terhadap keamanan lingkungan semakin meningkat.

“Kita ingin Ramadan berjalan khusyuk tanpa dibayangi musibah yang sebenarnya bisa dicegah. Hal-hal kecil harus terus kita sosialisasikan,” ujarnya. (git/lis)

Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Wonosobo Perkuat Reformasi Desa, Perbaiki Kualitas Pelayanan

Pemkab Wonosobo Perkuat Reformasi Desa, Perbaiki Kualitas Pelayanan

Desa memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena desa paling dekat dengan masyarakat. Kualitas tata kelola pemerintahan desa akan berpengaruh terhadap kemudahan pelayanan.

Turunkan Angka Kemiskinan Kabupaten Wonosobo Diganjar Mandaya Awards 2026

Turunkan Angka Kemiskinan Kabupaten Wonosobo Diganjar Mandaya Awards 2026

Kerja keras Pemkab Wonosobo dalam mengentaskan persoalan warga miskin berbuah manis. Kabupaten Wonosobo menyabet penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam penurunan tingkat kemiskinan

Kebakaran Sumbing Rusak Pipa Air, 1.800 Warga Batursari Kledung Khawatir Terdampak

Kebakaran Sumbing Rusak Pipa Air, 1.800 Warga Batursari Kledung Khawatir Terdampak

Kebakaran hutan Gunung Sumbing tak hanya menyisakan kerusakan vegetasi. Warga Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Temanggung, kini menghadapi kekhawatiran terhadap pasokan air bersih. karena pipa air rusak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer