Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuliner Legendaris Wonosobo Diborong Ribuan Pengunjung

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Minggu (23/11) mengunjungi stan Festival Kuliner Legend Wonosobo yang diadakan di Sasana Adipura Kencana.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Minggu (23/11) mengunjungi stan Festival Kuliner Legend Wonosobo yang diadakan di Sasana Adipura Kencana.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  – Festival Kuliner Legend Wonosobo yang digelar di Gedung Sasana Adipura Kencana, Jumat–Minggu (21–23/11/25) menjadi magnet wisata baru.


Advertisement

Ribuan pengunjung tumplek blek mencicipi sekaligus bernostalgia dengan ragam sajian legendaris yang telah mewarnai cita rasa Wonosobo selama puluhan tahun.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ikut hadir meninjau 20 stan peserta pada Minggu (23/11/2025) pagi. Satu per satu pelaku kuliner diajak berbincang. Tak lupa, ia mencicipi sejumlah hidangan khas.

“Kegiatan ini mengenalkan kembali kuliner legendaris yang sudah ada sejak dahulu dan tetap eksis hingga sekarang. Ini tentu mendorong sektor pariwisata kita,” ujar Afif.

Advertisement

Ia mengaku baru mengetahui bahwa daftar kuliner legendaris di Wonosobo ternyata jauh lebih panjang dari yang ia bayangkan. “Semoga tahun depan semakin banyak yang berpartisipasi,” tambahnya.

Berbagai nama yang tak asing bagi lidah warga tampil dalam festival ini. Di antaranya Sayalala Mie Sosis, Mie Ayam Giyo Kalierang, Soto Sapi Khas Wonosobo, Ronde Klangenan Pak Kumis.

Lalu Brongkos Warung Biru Pojok, Saoto Sapi Kuali Mbah Sumarsono Bumiroso, hingga Bubur Kacang Ijo Prapatan Poltas Pak Slamet dan banyak lainnya. 

Advertisement

Menurut Afif, festival ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi kaum muda agar mereka mengenal dan meneruskan tradisi kuliner daerah.

“Kekuatan pariwisata Wonosobo tidak hanya panorama alam, tapi juga rasa yang tak lekang oleh waktu,” katanya.

Ketua Panitia Festival Kuliner Legend Wonosobo, Agus Supriyadi, menyebut kuliner telah menjadi daya tarik utama wisatawan. Festival ini, kata dia, bukan sekadar makan-makan, melainkan perayaan keberagaman rasa, cerita, dan sejarah kuliner Wonosobo.

“Potensi industri makanan dan minuman kita besar. Ini harus dijaga sebagai cagar kuliner daerah agar tetap lestari dan dikenal luas,” ungkapnya.

Agus menegaskan, sebanyak 20 stand tahun ini dipilih sebagai representasi kuliner yang telah melegenda. Ke depan, pihaknya ingin cakupan festival semakin besar.

“Kuliner ini perlu dilestarikan sebagai kekayaan Wonosobo. Jangan sampai hilang ditelan zaman,” tandasnya. (git/lis)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Wonosobo Perkuat Reformasi Desa, Perbaiki Kualitas Pelayanan

Pemkab Wonosobo Perkuat Reformasi Desa, Perbaiki Kualitas Pelayanan

Desa memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena desa paling dekat dengan masyarakat. Kualitas tata kelola pemerintahan desa akan berpengaruh terhadap kemudahan pelayanan.

Turunkan Angka Kemiskinan Kabupaten Wonosobo Diganjar Mandaya Awards 2026

Turunkan Angka Kemiskinan Kabupaten Wonosobo Diganjar Mandaya Awards 2026

Kerja keras Pemkab Wonosobo dalam mengentaskan persoalan warga miskin berbuah manis. Kabupaten Wonosobo menyabet penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam penurunan tingkat kemiskinan

Kebakaran Sumbing Rusak Pipa Air, 1.800 Warga Batursari Kledung Khawatir Terdampak

Kebakaran Sumbing Rusak Pipa Air, 1.800 Warga Batursari Kledung Khawatir Terdampak

Kebakaran hutan Gunung Sumbing tak hanya menyisakan kerusakan vegetasi. Warga Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Temanggung, kini menghadapi kekhawatiran terhadap pasokan air bersih. karena pipa air rusak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer