Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Antisipasi Kebakaran Hutan Lahan, BPBD Temanggung Sebar Peralatan di Gunung

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:57 WIB

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mulai meningkatkan kewaspadaan.

Hal itu untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan dimulai April 2026. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan, prediksi terjadinya kemarau panjang tahun ini, mengacu pada rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam buletin Februari.

“BMKG menyampaikan kemungkinan kemarau panjang mulai April, bahkan ada wilayah dengan kondisi di bawah normal. Artinya, durasi kemarau bisa lebih lama dan berpotensi terjadi kekeringan serta karhutla,” ujarnya Kamis (19/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan berbagai peralatan.

Yakni untuk penanganan karhutla yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Terutama di kawasan pegunungan.

Di antaranya Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Prau, dengan dukungan dari komunitas relawan di masing-masing basecamp.

“Peralatan sudah kami sebar di beberapa titik. Jadi ketika dibutuhkan bisa langsung digunakan tanpa harus menunggu distribusi dari pusat,” jelas Totok.

Selain itu, BPBD juga tengah menyiapkan surat edaran untuk pemerintah desa sebagai langkah awal mitigasi.

Namun, surat tersebut masih menunggu arahan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah provinsi, agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Kendati demikian, upaya pemetaan wilayah rawan kekeringan tetap dilakukan.

Nantinya, desa-desa diminta memperbarui data terkait potensi krisis air untuk diverifikasi langsung oleh tim BPBD. 

Dalam hal penanganan kekeringan, BPBD Temanggung saat ini memiliki alokasi distribusi air bersih sekitar 50 tangki.

Totok mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun, tetap waspada dengan cara menggunakan air secara bijak serta menjaga sumber-sumber air yang ada.

“Masyarakat cukup menggunakan air dengan baik dan bersama-sama merawat lingkungan, terutama sumber mata air. Itu yang paling penting,” tegasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kemarau #karhutla #BPBD Temanggung #antisipasi kebakaran #totok nursetyanto