RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemangkasan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berdampak langsung pada program pelatihan kerja di Kabupaten Temanggung tahun 2026.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) terpaksa menghapus empat jenis pelatihan keterampilan yang sebelumnya rutin digelar.
Kepala Dinperinaker Temanggung, Sri Endang Praptiningsih, mengatakan, tahun ini anggaran pelatihan dari DBHCHT hanya Rp300 juta. Angka turun drastis dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp600 juta.
“Anggaran DBHCHT tahun ini berkurang. Alhasil sejumlah pelatihan kerja terpaksa dihapus," kata Endang.
Akibat keterbatasan anggaran tersebut, empat pelatihan sementara waktu tidak dilaksanakan.
Di antaranya pelatihan kecantikan atau tata rias, menjahit, barista, dan pelatihan bahasa untuk pemandu wisata.
Endang membeberkan, pelatihan-pelatihan tersebut sebelumnya menjadi salah satu favorit masyarakat Temanggung. Itu karena membuka peluang kerja di sektor jasa dan industri kreatif.
"Pelatihan-pelatihan itu terpaksa dihapus di tahun ini. Tapi ada pelatihan produktif lainnya yang kami selenggarakan juga," bebernya.
Adapun pelatihan kompetensi kerja melalui anggaran DBHCHT tahun ini, seperti pelatihan las, kuliner, pelatihan sablon, servis kendaraan bermotor, mebel, serta pelatihan pertanian hidroponik.
"Yang pertanian hidroponik ini baru. Jadi harapannya karena Temanggung lebih banyak petani, agar anak muda juga ikut serta bertani dengan sistem baru," jelas Endang.
Menurut Endang, khusus pelatihan hidroponik diprioritaskan untuk mendukung program pemerintah daerah. Yaini di sektor pertanian modern.
“Pelatihan pertanian hidroponik ini untuk mendukung visi dan misi Bupati Temanggung,” ujarnya.
Selain dari DBHCHT, Temanggung juga mendapat tambahan lima paket pelatihan dari APBN dengan total anggaran Rp392 juta.
Pelatihan tersebut di antaranya menjahit pakaian dewasa, practical office advance (perkantoran), las, servis sepeda motor, dan pembutan roti dan kue. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo