RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pada 2026, Baznas menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Wakil Ketua Baznas Temanggung, Abdulloh Yusron Avesina, mengatakan, pendidikan dipilih sebagai sektor strategis.
Itu karena dinilai paling efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya sekolah, tetapi investasi jangka panjang agar anak-anak Temanggung memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Yusron, Kamis (5/2/2026).
Pada 2026, Baznas Temanggung menyalurkan beasiswa kepada 100 mahasiswa dengan nilai Rp6 juta per orang per tahun.
Dana tersebut ditujukan untuk membantu biaya perkuliahan. Selain itu, melalui Program Bintang Baznas, sebanyak 450 siswa menerima bantuan rutin Rp300.000 per bulan.
Baznas juga memberikan perhatian khusus pada pendidikan keagamaan.
Saat ini, ada 75 santri tahfidz mendapatkan bantuan Rp350.000 per bulan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai keislaman.
"Program kami juga menyasar anak-anak yang terancam putus sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan. Jadi ada bantuan yang diberikan," jelas Yusron.
Dikatakan, tercatat 400 siswa dari jenjang TK hingga SMA/SMK/MA menerima bantuan pelunasan tunggakan SPP. Yakni dengan besaran Rp500.000 untuk SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1 juta untuk SMA/SMK/MA per anak.
Menurut Yusron, skema bantuan ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan pendidikan agar pemerataan akses belajar dapat terwujud secara nyata.
“Dengan memastikan anak-anak tetap sekolah, kami berharap bisa memutus mata rantai kemiskinan. Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga di masa depan,” katanya.
Program pendidikan Baznas Temanggung ini sejalan dengan visi pembangunan daerah di Kabupaten Temanggung. Hal itu menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.
"Program kami juga sejalan dengan visi pembangunan daerah di sektor pendidikan," tandas Yusron. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo