RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Tingginya biaya perkuliahan acap kali memupus harapan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan usai lulus dari tingkat SMA sederajat.
Impian meraih cita-cita pun, seakan sirna, lantaran kuliah tak sekadar butuh semangat semata, namun juga biaya yang tak sedikit jumlahnya.
Itulah dilema sekaligus fakta yang kerap menghantui benak serta pikiran Bupati Temanggung Agus Setyawan. Keinginannya untuk mengangkat kualitas sektor pendidikan seolah tak cukup.
Dirinya juga berkeinginan kuat membantu mengangkat derajat para keluarga kurang mampu melalui jalur pendidikan.
Tepatnya memberikan fasilitas bagi siswa/siswi berprestasi, agar mereka dapat merengkuh gelar sarjana, tanpa terkendala besarnya biaya.
Hal tersebut diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Program Beasiswa Sarjana Kabupaten Temanggung 2025, yang diluncurkan secara resmi di Pendopo Pengayoman, pada 27 September lalu.
Program itu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah yang berprestasi, untuk melanjutkan studi hingga ke jenjang sarjana.
Para calon mahasiswa yang lolos dalam tahap seleksi sendiri berhak menerima manfaat beasiswa sebesar Rp3 juta per semester. Mereka akan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi ternama di Jawa Tengah, Jogjakarta, hingga Jawa Barat.
Antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan perguruan tinggi ternama lainnya.
Program yang berangkat dari inisiasi Bupati Agus sendiri dapat terwujud berkat adanya kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung. J
ika ditarik ke belakang, gagasan tersebut pertama kali disampaikan Agus pada acara Santunan Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa Baznas, di Pendopo Pengayoman, tanggal 28 Juli 2025.
“Ini adalah salah satu ikhtiar kami demi mendongkrak kualitas pendidikan dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Harapan kami, ke depan jumlahnya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. Sehingga, semakin banyak SDM berkualitas dan benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” harapnya.
Ketua Baznas Kabupaten Temanggung, Manshur Asnawi, menjelaskan, program itu menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, namun memiliki semangat belajar dan potensi akademik yang tinggi.
Lebih dari sekadar bantuan finansial, program tersebut juga menjadi bentuk nyata komitmen Baznas Kabupaten Temanggung, dalam mencetak generasi muda yang intelektual, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Melalui program ini, kami berupaya mengangkat derajat kehidupan mustahik di bidang pendidikan, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Temanggung.
Beasiswa ini tidak hanya berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dirancang untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial terhadap pembangunan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran program ini. Dia juga berharap daerah lain dapat meniru program yang memberikan dampak serta manfaat besar ini.
“Pogram yang luar biasa. Kami mengapresiasi ide Bupati Temanggung. Baznas lain, bisa ikut membuat program seperti ini, karena sangat inspiratif. Selain manfaat yang besar, juga sistem penjaringannya yang begitu komprehensif,” ujarnya.
Para penerima manfaat atas program beasiswa tersebut, mengaku sangat bersyukur impian mereka dapat segera terwujud. Seperti Maisyarani Zaskia Bilqis asal Kelurahan Kertosari.
Ia mengaku bersyukur dari beasiswa bisa digunakan untuk membayar UKT di Universitas Tidar Magelang tempatnya menimba ilmu.
Terlebih, sejauh ini pesimisme bergelayut di benaknya lantaran penghasilan orang tuanya sebagai penjual pakaian di pasar tradisional tidak menentu.
Alhasil, dengan bantuan yang diterima mahasiswi semester 1 Jurusan Pendidikan Matematika inipun semakin mendrongkrak semangat belajarnya.
"Beasiswa ini sangat bermanfaat untuk saya membayar UKT dan untuk mencukupi kebutuhan kuliah lainnya. Sebelumnya saya merasa takut, terhalang biaya karena penghasilan orang tua tidak menentu. Saya ingin membahagiakan orang tua, dan tentunya merubah nasib saya juga," ucapnya.
Pancaran kebahagiaan juga tersirat dari raut muka Khotimu Wakhid. Ayah dari Laila Alfi Syahara, 19, penerima beasiswa lain yang sudah sejak lama bermimpi untuk bisa menapaki bangku kuliah.
Namun, keterbatasan ekonomi Wakhid yang bekerja sebagai office boy (OB), nyaris mengubur impian tersebut.
Penghasilannya sebagai OB dirasa tak cukup membiayai perkuliahan anaknya. Selain uang kuliah tunggal (UKT), masih banyak kebutuhan lain yang harus ditanggung.
Mulai membeli buku-buku penunjang, biaya mengerjakan tugas, hingga transportasi sehari-hari.
Namun, Tuhan adil. Tanpa sengaja, ia melihat adanya pengumuman pembukaan Beasiswa Sarjana Kabupaten Temanggung 2025 melalui platform media sosial. Setelah mendaftar, ternyata anak gadisnya lolos dan berhak menjadi mahasiswi PAI INISNU Temanggung.
“Alhamdulillah, saya berpesan kepada anak saya agar senantiasa bersyukur atas beasiswa ini dan belajar sungguh-sungguh demi mengejar cita-cita.
Terimakasih kepada Bupati Agus Setyawan dan Baznas Temanggung atas adanya bantuan beasiswa ini,” ucapnya penuh syukur. (*/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo