Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Jualan Sif Pagi Melebihi Jam, Pedagang di dalam Pasar Kliwon Temanggung Keluhkan Sepi Pembeli

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 25 Juli 2025 | 02:05 WIB

 

ondisi lantai dua Pasar Kliwon Temanggung yang sepi pembeli dan sejumlah kios tutup.
ondisi lantai dua Pasar Kliwon Temanggung yang sepi pembeli dan sejumlah kios tutup.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sejumlah pedagang di area dalam Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, mengaku sepi pembeli sejak beberapa tahun terakhir.

Salah satu pemicunya, karena pedagang sif pagi berjualan melebihi waktu yang telah diatur peraturan daerah (Perda) yakni pukul 07.00. Kondisi itu diungkapkan Iin, 55, salah satu pedagang di lantai 2 Pasar Kliwon.

Menurut Iin, kondisi itu membuat para pedagang resmi yang memiliki lapak maupun kios di dalam pasar merasa dirugikan. Pasalnya, sejak pagi, calon pembeli sudah banyak yang berbelanja di luar pasar.

"Kondisinya jadi sepi. Apalagi sekarang daya beli masyarakat nggak ada 20 persen dari sebelumnya. Jadi saat saat kios-kios di dalam mulai buka, suasana sudah sepi," akunya Kamis (24/7/2025). 

Iin yang sudah 20 tahun berdagang di pasar  menyebut, pembeli semakin sedikit. Tidak hanya karena kebiasaan belanja online, tapi juga karena masyarakat merasa lebih praktis belanja di tepi jalan ketimbang masuk ke dalam pasar.

"Harapannya pengen dagangannya itu payu (laku). Hasilnya bisa buat kebutuhan sehari-hari lah. Lalu yang dagang di luar itu masuk (ke dalam pasar), jadi biar ramai gitu di dalam pasarnya," jelas Iin.

Pantauan wartawan ini pukul 10.00, kondisi pasar di lantai 2 cukup sepi. Banyak kios dan los yang kosong. Bahkan, tidak ada pemiliknya. Hanya beberapa kios yang berjualan pakaian dan aksesori yang tetap buka.

"Ya ini saya buka (kios). Meski di bawah lagi ada acara pasar tapi tetap saja di sini sepi tidak ada yang masuk. Yang meramaikan pasar ya bakul-bakul (pedagang) ini saja," kata Iin.

Ketua Komunitas Pedagang Pasar Temanggung (Kompak), Sarmo, mengakui persoalan ini mulai menimbulkan ketegangan sosial antarpedagang. Ia ingin, permasalahan ini segera selesai karena para pedagang memiliki hak untuk mencari rezeki.

"Tadi sudah ditekankan sama bupati, bahwa jam 07.00 pagi untuk pedagang kloter pagi ya sudah selesai. Tapi kalau punya kios di dalam pasar ya masuk saja ke dalam," tegasnya.

Saat ini, terdapat 2.500 pedagang di Pasar Kliwon Temanggung. Ia tidak ingin ada kecemburuan sosial antarpedagang karena pelanggaran jam berjualan.

"Kami prinsipnya cari rezeki. Dan berharap rekan-rekan yang sudah berjualan pagi, kalau jamnya sudah selesai ya sudah. Kasih kesempatan untuk yang berjualan siang," tambah Sarmo.

Menanggapi hal itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan, aturan harus ditegakkan agar semua pedagang mendapat kesempatan yang sama.

“Pasar pagi itu sudah diatur dalam Perda. Jam tujuh pagi harus sudah bergeser. Kami ingatkan agar tidak ada yang berjualan di luar waktu yang ditentukan,” tegasnya usai acara Wilujengan Pasar Kliwon.

Agus menambahkan, penataan ini penting untuk menjaga keseimbangan dan kenyamanan seluruh pedagang. Baik yang berjualan pagi maupun yang memiliki kios resmi di dalam pasar.

“Jika ada yang ngeyel, kami upayakan pendekatan persuasif dulu. Tapi harapannya, para pedagang punya kesadaran bersama bahwa semua punya hak untuk mencari rezeki, dan aturan ini dibuat demi keadilan bersama,” tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Komunitas pedagang pasar temanggung #Pasar Kliwon Rejo Amertani #PEDAGANG #temanggung #sarmo #kompak