Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jaran Kepang Temanggung, Anak-anak Tidak Boleh Berkumis

Lis Retno Wibowo • Rabu, 23 November 2022 | 21:38 WIB
Penampilan dari salah satu peserta lomba jarang kepang di Alun-alun Temanggung, Selasa (22/11/2022). (ADDIN ALFATH/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Penampilan dari salah satu peserta lomba jarang kepang di Alun-alun Temanggung, Selasa (22/11/2022). (ADDIN ALFATH/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
RADARMAGELANG.ID,Temanggung – Padepokan Jaran Kepang Temanggung menggelar lomba Jaran Kepang SD dan SMP se-Kabupaten Temanggung. Terdapat lebih dari 400 peserta pada tahap seleksi awal. Sebanyak 60 nominasi dari SD dan 30 dari SMP tampil di alun-alun Temanggung, Selasa (22/11/2022).

Panitia lomba Himatul Lutfi menyampaikan, lomba digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-188 Kabupaten Temanggung. Selain itu, tujuan dari lomba jaran kepang tingkat SD dan SMP untuk mencari bibit, agar saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, siswa telah memiliki bekal seni jaran kepang asli Temanggung.

“Kita memang ambilnya dari anak-anak. Sebelumnya juga sudah ada sosialisasi kepada guru-guru. Supaya para guru memiliki dasar dan pengetahuan untuk membimbing siswanya,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan kegiatan ini juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa jarang kepang Temanggung memiliki khas dan jati diri bernama jaran kepang idakep. Peserta tidak boleh menggunakan kumis. Jaran kepang Temanggung sudah ada sejak 50 tahun lalu. Acara ini adalah 50 tahun kebangkitan jaran kepang Temanggung. “Kita kembalikan lagi jaran kepang itu ke rasa, raga, dan jiwanya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini, pihaknya sedang memproses dokumentasi naskah jaran kepang khas Temanggung, dan telah berjalan 50 persen. Pihaknya bekerja sama dengan kelompok jaran kepang se-Temanggung. “Kita kan harus mencari narasumber yang valid, lahirnya di mana, dan kapan. Kami berharap agar acara ini bisa digelar setiap tahun dan ada piala bergilir dari bupati,” jelasnya.

Salah satu peserta siswa SDN 1 Kranggan mengaku, bahagia namun degdegan karena pentas di alun-alun Temanggung dan disaksikan banyak orang. Dia berlatih untuk lomba ini setiap hari selama satu bulan. “Yang penting bisa ikut kegiatan ini sudah seneng banget. Semoga lomba ini bisa ada setiap tahun,” akunya. (din/lis)

  Editor : Lis Retno Wibowo
#jaran kepang temanggung