Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mancing Ikan Sendirian, Bocah SD Tewas Terseret Arus Sungai Begaluh Wonosobo

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯
Lokasi bocah yang ditemukan meninggal di Sungai Begaluh perbatasan Kalikajar dan Kertek.
Lokasi bocah yang ditemukan meninggal di Sungai Begaluh perbatasan Kalikajar dan Kertek.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Tragedi memilukan terjadi di Sungai Begaluh, wilayah perbatasan Kecamatan Kalikajar dan Kertek, Kabupaten Wonosobo.


Advertisement

Anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hanyut dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (17/1/2026).

Korban bernama Rakha Yusuf Anugrah, warga Dusun Ngabean, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar. Korban diduga terseret arus sungai saat beraktivitas seorang diri.

Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Wonosobo Aipda Nanang D.P. Wibowo saat dikonfirmasi Minggu (18/1/2026) menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan ke Polsek Kalikajar pukul 13.30.

Advertisement

Petugas gabungan dari Polsek Kalikajar dan Polsek Kertek langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Lokasi Sungai Begaluh berada di wilayah perbatasan dua kecamatan, sehingga petugas dari Polsek Kalikajar berkoordinasi dengan Polsek Kertek untuk pengecekan TKP,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban keluar rumah sekitar pukul 10.30. Korban diketahui memiliki kebiasaan mencari ikan di sungai.

Advertisement

Namun hingga pukul 12.00, korban tidak kunjung pulang, sehingga warga melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Begaluh.

Sekitar pukul 12.30, warga menemukan korban dalam kondisi hanyut. Korban  dievakuasi oleh warga dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diagnosis dokter murni tenggelam, dan korban diperkirakan telah meninggal sekitar satu jam sebelum tiba di rumah sakit,” jelas Nanang.

Dari keterangan keluarga, korban memiliki keterbelakangan mental. Pihak keluarga juga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.

Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan dan keluarga tidak menuntut proses hukum kepada pihak manapun.

Jenazah korban diserahkan kepada  keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian juga mengingatkan bagi masyarakat agar lebih waspada, khususnya terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai yang berisiko tinggi, terlebih saat debit air tidak stabil. (git/lis)

Advertisement

Artikel Terkait

Untidar Buka Perkuliahan di Wonosobo, Kampus Sementara di Gedung BLK 

Untidar Buka Perkuliahan di Wonosobo, Kampus Sementara di Gedung BLK 

MoU tidak berhenti di atas kertas. Universitas Tidar (Untidar) dan Pemkab Wonosobo langsung tancap gas.

Warga Kalikajar Diciduk Satresnarkoba Polres Wonosobo Saat Hendak Pesta Narkoba

Warga Kalikajar Diciduk Satresnarkoba Polres Wonosobo Saat Hendak Pesta Narkoba

Warga Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, berinisial BS, 34, ditangkap polisi karena kedapatan menyimpan narkoba untuk dikonsumsi di dalam rumahnya. tersangka kini ditahan di polres wonosobo.

Belasan Keluarga di Kalikajar Wonosobo Nikmati Listrik Mandiri dari Kincir Air

Belasan Keluarga di Kalikajar Wonosobo Nikmati Listrik Mandiri dari Kincir Air

16 kepala keluarga di Dusun Klowoh, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo bertahan menggunakan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Pembangkit tersebut warisan keluarga yang beroperasi sejak 1955

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer