Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Siswi SD Islam Swasta Favorit di Kota Semarang yang Ditemukan Bunuh Diri, sempat Unggah Tangkapan Layar WhatsApp Ibunya yang Marah-Marah

H. Arif Riyanto • Jumat, 13 Februari 2026 | 21:51 WIB
Tangkapan layar WhatsApp yang diduga dari ibu korban.
Tangkapan layar WhatsApp yang diduga dari ibu korban.

RADARMAGELANG.ID, Demak-Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban SA, 13, siswi SD Islam swasta favorit di Kota Semarang diduga sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan ibunya.

Dalam percakapan tersebut berisi kata-kata yang tidak layak diucapkan oleh seorang ibu kepada buah hatinya.

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono membenarkan bahwa ibu korban sempat marah dan menyampaikan kata-kata kasar kepada korban.

"Memang sebelumnya, ibunya itu sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar kepada korban," ujarnya.

Namun, penyebab pasti korban melakukan bunuh diri masih dalam penyelidikan.

Polisi belum bisa mengaitkan percakapan korban dengan ibunya dengan keputusan gantung diri.

"Karena masih banyak faktor-faktor lainnya yang harus dilakukan pendalaman (oleh penyidik)," timpal Anggah.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial SA, 13 meninggal dunia dengan cara tak wajar, pada Kamis (11/2/2026).

Warga Desa Batursari, Kecamatan Mrangge, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini mengakhiri hidupnya dengan bunuh dirisaat kondisi rumahnya sepi.

Jenazah bocah perempuan yang aktif menekuni olahraga bela diri Taekwondo ini, pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri.

Kabar meninggalnya SA dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Demak Iptu Anggah Mardwi Pitriyono.

Dia menjelaskan, kronologi penemuan mayat SA.

Pada Kamis (12/2/2026) sore, ibu korban pulang ke rumah bersama adik korban usai bepergian.

Dari rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban, kata Anggah, ibu korban tampak turun dari mobil yang dikendarainya setiba di rumah.

"Kemudian (ibu korban) masuk ke rumah pukul 18.01 WIB. Posisi si ibunya ini masuk rumah sambil menggendong anaknya atau adik korban," jelas Anggah kepada wartawan pada Jumat (13/2/2026).

Saat berada di dalam rumah, imbuh Anggah, ibu korban kaget dan menemukan putrinya sudah dalam keadaan gantung diri. Selanjutnya ibu korban keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada tetangganya.

"Pada jam 18.03 WIB, ibu korban keluar rumah dan berteriak (meminta tolong). Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujarnya.

Selanjutnya, sejumlah tetangga yang mendengar teriakan itu segera mendatangi rumah korban. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang.

Korban yang telah terbujur kaku ini, dievakuasi dengan mobil yang dikemudikan tetangga. Ibu korban kemudian menyusul ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.

Keterangan dokter forensik menyebut bahwa terdapat luka yang mengindikasikan korban meninggal dunia karena gantung diri.

Menurut Anggah, keterangan dokter forensik menyebut bahwa ada luka akibat kekerasan tumpul di tubuh korban.

Yakni, berupa jejas atau lecet gantung pada leher korban.

"Didapatkan tanda mati lemas. Waktu kematian 2 hingga 6 jam sebelum pemeriksaan visum dilakukan," tukas Anggah.

Penyidik Satreskrim Polres Demak membantah dugaan bahwa korban dibunuh ibunya. Bantahan ini berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan bukti-bukti di TKP.

"Kita lihat rekaman CCTV yang menunjukkan ibu korban masuk ke rumah jam 18.01 WIB dan keluar jam 18.03 WIB sambil berteriak histeris untuk meminta tolong ke tetangga sebelah rumah," beber Anggah.

Anggah menegaskan, dengan rentang waktu sekitar 1,5 menit hingga 2 menit, tidak memungkinkan indikasi ibu korban melakukan pembunuhan kepada anaknya.

"Selain itu, aktivitas terakhir di HP korban yaitu pukul 16.25 WIB.

Selama rentang waktu itu hingga ibu korban pulang, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah," tambahnya. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Mranggen #siswi sd #gantung diri #depresi #anak sd bunuh diri #demak #polsek mranggen