”Sekitar bioskop atau depannya, tapi masih dicari lagi titik pastinya,” ucap Sutiaji di lokasi kebakaran yang butuh waktu sekitar empat jam untuk bisa dipadamkan itu seperti dilansir Jawa Pos Radar Malang.
Yang disampaikan Sutiaji sama dengan kesaksian Arianto, staf Hotel Santosa, hotel yang berada di sebelah mal yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Malang, Jawa Timur, itu.
Arianto mengaku mendengar bunyi gemuruh dari arah Malang Plaza pada sekitar pukul 00.00. Lalu diikuti teriakan ”Kebakaran, kebakaran.” Sekelompok orang kemudian berlari keluar dari mal yang dibangun pada 1985 tersebut.
”Itu penjaga toko semua. Ada yang sif malam dan ada yang akan menutup tokonya,” kata Arianto seperti dilansir Jawa Pos Radar Malang.
Dari pengamatannya, titik api pertama adalah lantai 3, tempat Bioskop Mandala XXI berada, di sisi selatan mal.
”Lantai 3, perkiraan tempat alat-alat untuk bioskop (Mandala XXI, Red). Lalu merambat ke berbagai arah,” ungkap dia.
Berdasar keterangan yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Malang, kebakaran memang muncul kali pertama dari lantai 3 sisi selatan mal yang setahun terakhir berganti wajah dengan konsep art heritage and vintage tersebut.
Sekitar pukul 02.00, sisi ujung timur yang ditandai toko ponsel Alibaba ikut dilalap api. Nyala si jago merah sama besar dan mengakibatkan beberapa material bangunan runtuh. Sampai akhirnya, pada pukul 03.00, api menyala dari bagian tengah Malang Plaza.
Berbeda dengan dua sektor sebelumnya, api menyala lebih besar dan beberapa kali terdengar bunyi ledakan. Dugaannya berasal dari tabung gas LPG yang diperkuat dengan nyala api berwarna biru dan menyembur kuat.
Hingga pukul 04.00, pemadam kebakaran belum beranjak dari lokasi. Setengah jam sebelumnya, pendinginan dan pembasahan titik api dilakukan.
Meski menyisakan sekitar dua titik api di pusat mal bagian tengah. Api itu belum dapat dipadamkan karena petugas khawatir akan risiko bangunan roboh.
Selama upaya pemadaman, terhitung ada tiga petugas damkar dan satu relawan yang tumbang karena kekurangan oksigen. Beruntung, mereka hanya membutuhkan perawatan medis di tempat dan tidak sampai dibawa ke rumah sakit.
”Sempat ada satu unit mobil pemadam kebakaran yang terjebak,” kata Sutiaji.
Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto menambahkan, total yang terdampak 63 toko.
”Meliputi 36 toko di lantai 1, 3 toko di lantai 2, dan 24 toko di lantai paling atas. Tapi, jumlah ini masih bisa berubah,” sebut dia.
Ada belasan damkar yang dilibatkan dalam pemadaman kebakaran di mal pertama di Malang yang punya eskalator tersebut. Pemkot Malang juga menerjunkan truk pengangkut air dari Perumda Tugu Tirta.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Prayitno menjelaskan, pemkot akan membuka posko pengaduan untuk para pemilik usaha yang terdampak kebakaran Malang Plaza.
Posko itu dibuka mulai kemarin hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sampai pukul 12.00 kemarin, pihaknya mencatat ada 96 pemilik usaha yang melapor.
”Yang melapor kebanyakan adalah pemilik usaha atau penjaga konter ponsel,” terang Prayitno.
Sementara itu, Polda Jatim bakal turun tangan mencari penyebab kebakaran di Malang Plaza. Menurut rencana, petugas bidlabfor (bidang laboratorium forensik) mendatangi lokasi hari ini.
”Besok pagi (pagi ini) kami ke sana karena informasi yang diterima hari ini tempatnya belum memungkinkan untuk diperiksa,” ujar Kabidlabfor Polda Jatim Kombespol Sodiq Pratomo kepada Jawa Pos kemarin.
Dia enggan berandai-andai terkait penyebab kebakaran. Menurut Sodiq, kedatangan pihaknya ke lokasi adalah mencari pemicu api secara ilmiah. Pihaknya akan menelusuri titik api kali pertama muncul.
Setelah menentukan lokasinya, dilakukan pencarian barang bukti yang mendukung analisis awal penyebab kebakaran. (biy/mel/edi/c19/ttg) Editor : Agus AP