Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dua Bulan Kades Sambeng Menghilang, Dua Kali Camat Borobudur Magelang Layangkan Surat Teguran

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 10 Februari 2026 | 21:34 WIB
Kepala Desa (Kades) Sambeng, Kecamatan Borobudur Rowiyanto (dua dari kiri) hingga kini masih misterius.
Kepala Desa (Kades) Sambeng, Kecamatan Borobudur Rowiyanto (dua dari kiri) hingga kini masih misterius.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Keberadaan Kepala Desa (Kades) Sambeng, Kecamatan Borobudur Rowiyanto hingga kini masih misterius.

Rowiyanto diketahui menghilang sejak Jumat siang (5/12/2025).

Sebelumnya, Kamis malam (4/12/2025), Rowiyanto masih menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat, warga, pemdes, dan Forkopimcam Borobudur.

Raibnya Rowiyanto ini diduga terkait polemik penolakan penambangan tanah urug untuk proyek Jalan Tol Jogja-Bawen di wilayah Magelang.

Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng Khairul Hamzah. Khairul menjelaskan, pada Jumat (5/12/2025) pagi, Kades Rowiyanto masih menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Koperasi Merah Putih.

“Setelah itu, siangnya sudah tidak bisa dikontak sampai sekarang,” katanya. 

Camat Borobudur Subiyanto mengatakan, secara administratif pihaknya sudah melayangkan dua kali teguran ke Kades Sambeng.

Surat teguran dikirim lewat WA pada 16 Desember 2025 dan 13 Januari 2026.

“Tapi, WA masih centang satu,” ujar Subiyanto

Subiyanto juga mengaku sudah melaporkan kepada Bupati Magelang Grengseng Pamuji.  

“Untuk memperhatikan jalannya pemerintahan, ya kita minta keputusan kebijakan Pak Bupati selanjutnya,” tegasnya.

Salah satu warga Desa Sambeng, Ratman, berharap Kades Rowiyanto segera pulang.

Sehingga polemik penambangan tanah urug di Desa Sambeng bisa diselesaikan.

Dijelaskan Ratman, permasalahan ini bermula pada 14 Juli 2025 lalu,

Saat itu, kades mengundang warga terkait rencana penambangan tanah urug di Desa Sambeng.

“Waktu itu, sekitar 100 orang pemilik lahan dikumpulkan. Pemerintah desa sebagai fasilitator. Mereka sepakat menolak rencana penambangan tersebut,” jelasnya.

Anehnya, beberapa bulan kemudian muncul isu kalau warga sepakat melepaskan tanahnya untuk penambangan tanah urug proyek jalan tol Jogja-Bawen.

“Isunya 80-90 persen warga Desa Sambeng menyetujui adanya permohonan tambang tanah urug tersebut,” katanya.

Praktis, warga pun saling berkomunikasi siapa saja yang setuju tanahnya dilepas. Tapi, kata Ratman, warga tidak ada yang setuju.

“Hingga muncul kabar, beberapa tim mengaku bentukan Pak Kades untuk merayu warga. Tim ini dalam merayu warga melakukan adu domba. Ini yang membuat resah warga. Itu terjadi sebelum tanggal 5 Desember,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Ratman, warga membutuhkan kejelasan dari kades terkait polemik yang muncul tersebut. Namun hal itu tak bisa dilakukan, karena Kades Rowiyanto keburu menghilang. (rfk/aro)

 

Kronologi Hilangnya Kades Sambeng

  1. Kamis (4/12/2025) malam, Kades Rowiyanto menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat, warga, pemdes, dan Forkopimcam Borobudur.
  2. Pertemuan itu membahas soal penolakan penambangan tanah urug di Desa Sambeng untuk proyek Jalan Tol Jogha-Bawen di wilayah Magelang.
  3. Jumat (5/12/2025) pagi, Kades Rowiyanto masih menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Koperasi Merah Putih.
  4. Jumat (5/12/2025) siang, Kades Rowiyanto diketahui menghilang tanpa jejak.
  5. Camat Borobudur melayangkan surat teguran 1 dan 2 kepada Kades Sambeng pada 16 Desember 2025 dan 13 Januari 2026.
Editor : H. Arif Riyanto
#Sambeng #Tanah Urug #borobudur #Kabupaten Magelang #Kades Hilang #tol jogja-bawen