Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Mengunjungi Pasar Midangan Kiringan Magelang, Hanya Buka setiap 35 Hari pada Jumat Pahing

Puput Puspitasari • Minggu, 28 Januari 2024 | 03:21 WIB
Suasana Pasar Jumat Pahing di Pasar Kiringan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.
Suasana Pasar Jumat Pahing di Pasar Kiringan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID,  Mungkid – Ada salah satu pasar unik di Kabupaten Magelang. Namanya Pasar Midangan Kiringan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran. Pasar ini hanya buka setiap selapan atau 35 hari sekali. Tepatnya pada Jumat Pahing.

Namun pada hari-hari biasa, pasar ini tetap buka. Hanya saja, penjualnya lebih sedikit. Dan hanya berjualan di dalam  kios yang dibangun pemerintah. Setiap  Jumat Pahing, jumlah pedagangnya mendadak bertambah.

Mereka adalah para pedagang tiban yang datang dari berbagai desa. Jumlahnya mencapai ratusan. Rupanya kebiasaan unik ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun.

Pedagang tiban, Munjayinah mengaku sudah bertahun-tahun berjualan setiap Jumat Pahing. Ia tidak tahu pasti kapan dimulainya tradisi Pahingan di pasar ini.

Yang jelas, sejak kecil ia juga diajak orang tuanya ke sini. "Kalau dulu yang jualan hanya di pinggir-pinggir jalan. Kalau sekarang masuk (area parkir, Red)," jelasnya, Jumat (26/1/2024).

Ia berharap, tradisi semacam ini tetap lestari. Karena bukan hanya untuk keramaian desa, tapi juga mengenalkan makan-makanan resep nenek moyang kepada generasi muda.

"Saya jualan buntil lumbu dan godhong telo. Harganya sama, Rp 2 ribuan semua," tutur perempuan berusia 65 tahun ini. 

Sejak Subuh, ia berjualan di Pasar Kiringan. Jika hari biasa, berjualan di Pasar Tempuran. "Kalau Jumat Pahing pasti ke sini. Kalau nyari saya (lapaknya, Red) di sekitar-sekitar sini saja (bawah pohon beringin, Red)," ucapnya. 

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, pedagang tiban mendirikan lapak sederhana.  Hanya dipayungi terpal.

Ada pula yang menggelar tikar di bawah beringin, sambil menghidangkan berbagai makanan khas Nusantara.

Ada gorengan, bacem burung dara, opor ayam dengan uritan, dan lainnya. Ada pula yang menjual sengkolon, wajik, krasikan, dan lopis ketan. Makanan-makan yang mulai langka ini sangat mudah dijumpai di Pasar Midangan Kiringan.

"Sebenarnya saya mencari kupat. Tapi tumben tidak ada. Sepertinya saya kesiangan, hehehe," ucap Barid, pengunjung asal Muntilan itu. 

Ya, pasar ini hanya buka setengah hari. Bahkan pukul 10.00, sudah banyak pedagang yang pulang karena dagangan mereka laris. (put/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pasar midangan kiringan #jajanan tradisional #pasar tiban #jumat pahing